Trump Akui AS Tak Serang Iran Secara Penuh karena Pemilu Paruh Waktu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Akui AS Tak Serang Iran Secara Penuh karena Pemilu Paruh Waktu

Muhammad Reyhansyah • 11 September 2026 17:15

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Washington tidak menyerang Iran secara penuh karena mempertimbangkan pemilu paruh waktu yang akan digelar pada November. 

Trump juga memperkirakan perang akan berakhir setelah pemilu atau bahkan lebih cepat.

Dalam wawancara dengan Fox News Kamis, 10 September 2026, Trump ditanya mengenai seruan agar Amerika Serikat meningkatkan serangannya terhadap Iran.

"Yah, mungkin saya tidak melakukan itu karena pemilu," kata Trump, dikutip dari TRT World.

Trump mengatakan Iran kini berada dalam kondisi "tertatih-tatih" dan "dalam masalah besar". Ia mengakui Iran masih memiliki rudal meski mengklaim sebagian besar persenjataan tersebut telah dihancurkan oleh serangan AS.

"Mereka punya banyak, dan mereka masih punya beberapa. Sebagian besar telah dihancurkan. Tetapi mereka punya rudal. Mereka akan selalu memiliki beberapa rudal," ujar Trump.

Trump juga mengatakan tidak menyesali keputusan yang diambil selama perang dan mengklaim serangan AS telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran.

"Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan persis seperti yang saya lakukan," kata Trump.

Ia mengklaim Iran berpotensi menggunakan senjata nuklir terhadap Israel, kawasan Timur Tengah, dan kota-kota di Amerika Serikat.

Trump juga membantah laporan Wall Street Journal yang menyebut perang Iran dapat berlangsung hingga akhir masa jabatannya. Menurutnya, kemungkinan tersebut "bahkan tidak ada".

(Fajar Nugraha)