Info BMKG: Debu Vulkanik Gunung Dukono Terdeteksi Capai Ketinggian 2,1 Km

Ilustrasi Gunung Api. Foto: Istimewa.

Info BMKG: Debu Vulkanik Gunung Dukono Terdeteksi Capai Ketinggian 2,1 Km

Gabriella Thesa Widiari • 12 September 2026 21:46

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sebaran debu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia. Hal ini berdasarkan analisis citra RGB Satelit Himawari-9 pada Sabtu, 12 September 2026 pukul 19.00 WIB.

Dikutip dari Instagram @infobmkg, tercatat debu vulkanik Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara membumbung hingga ketinggian 7.000 kaki atau 2,1 kilometer (km). Sebaran debu bergerak ke arah timur dan mencakup sebagian kecil wilayah Kabupaten Halmahera Utara.

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, serta pemerintah setempat," tulis BMKG, Sabtu, 12 September 2026.

Sementara itu, sebaran debu vulkanik dari gunung api aktif lainnya, seperti Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Lewotolo, dan Gunung Semeru, tidak terdeteksi. Adapun prakiraan cuaca di sekitar kawasan gunung api tersebut umumnya cerah berawan hingga berawan tebal.

Dampak Sebaran Debu Vulkanik


BMKG menginformasikan bahwa paparan debu vulkanik dapat menyebabkan dampak pada sejumlah aspek. Dari segi kesehatan, debu dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, batuk dan gangguan pernapasan, serta memperburuk kondisi bagi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.


Ilustrasi Gunung Api. Foto: Istimewa.

Dari aspek transportasi, debu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang, membuat jalan licin, serta mengganggu navigasi operasional armada darat, laut, maupun udara. Selain itu, kondisi ini berisiko menyebabkan penundaan hingga pengalihan rute penerbangan.

Masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Kabupaten Halmahera Utara, diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada. Warga juga diminta untuk selalu memantau informasi sebaran debu vulkanik demi kesehatan dan keselamatan.

(Gabriella Thesa Widiari)