Iran menggelar latihan di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Antisipasi Langkah AS, Iran Klaim Dominasi Intelijen 24 Jam di Selat Hormuz
Willy Haryono • 17 February 2026 12:35
Teheran: Komandan tertinggi angkatan laut Iran mengatakan pada Senin kemarin bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memiliki “dominasi intelijen penuh selama 24 jam” atas Selat Hormuz.
Kepala Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri menyampaikan pernyataan tersebut beberapa jam setelah dimulainya latihan militer di selat tersebut, salah satu jalur strategis terpenting di dunia yang terletak antara Teluk Persia dan Teluk Oman.
Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 17 Februari 2026, unit hubungan masyarakat Angkatan Laut IRGC menggambarkan latihan tersebut sebagai latihan “gabungan, langsung, dan berorientasi tujuan.”
Media pemerintah Iran mengutip Tangsiri yang mengatakan bahwa pengawasan IRGC di Selat Hormuz bersifat “menyeluruh, baik di permukaan, udara, maupun bawah laut.”
Menurutnya, intelijen tersebut memastikan “jalur aman bagi kapal-kapal” yang melintas di selat itu. Ia menambahkan bahwa lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal kontainer melewati Selat Hormuz setiap hari, yang mencakup bagian penting dari perdagangan maritim global.
Ia mengatakan latihan dilakukan di Teluk Persia dan Selat Hormuz, serta menyebut pulau-pulau di kedua wilayah tersebut sebagai “benteng yang tidak dapat ditembus.”
Tangsiri menegaskan bahwa pertahanan pulau-pulau tersebut serta seluruh Teluk Persia dan Selat Hormuz merupakan “tanggung jawab Angkatan Laut IRGC,” yang secara rutin menggelar latihan tahunan untuk memastikan keamanan kawasan strategis tersebut.
Ia mengatakan latihan ini merupakan bagian dari program tahunan IRGC, dengan keunikan pada “manuver taktis dan peralatan yang digunakan,” termasuk beberapa yang belum pernah diungkap secara resmi.
Tangsiri juga mengatakan bahwa “respons cepat dan tegas” unit operasional IRGC terhadap ancaman keamanan maritim menjadi inti latihan tersebut.
Ia menambahkan bahwa unit respons cepat IRGC secara rutin dilatih untuk melakukan intervensi, inspeksi, atau penyitaan terhadap “kapal tidak sah” di Selat Hormuz dan Teluk Persia.
Ketegangan AS-Iran
Sebelumnya pada Senin, IRGC mengatakan latihan bertajuk “Smart Control of the Strait of Hormuz” digelar di bawah pengawasan langsung Panglima IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.Tujuan utama latihan tersebut meliputi penilaian kesiapan operasional unit Angkatan Laut IRGC, pengujian rencana keamanan dan skenario respons militer terhadap potensi ancaman, serta evaluasi keunggulan geopolitik Iran di Teluk Persia dan Laut Oman.
Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah pengerahan kapal induk dan pesawat pengebom AS ke kawasan Teluk Persia.
Pada Jumat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kapal induk kedua akan dikerahkan ke Timur Tengah. USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perusak telah lebih dulu ditempatkan di kawasan tersebut.
Meski ketegangan meningkat, Teheran dan Washington dijadwalkan menggelar putaran berikutnya negosiasi nuklir di Jenewa pada Selasa dengan mediasi Oman.
Diplomasi nuklir tidak langsung sebelumnya dilanjutkan di Muscat awal bulan ini, hampir delapan bulan setelah pembicaraan dihentikan menyusul serangan Israel terhadap Iran yang memicu perang selama 12 hari.
Baca juga: Iran Minta AS Berunding Tanpa Pengaruh Israel dalam Isu Nuklir