Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto (tengah). Foto: Dok. Istimewa.
Menteri Imipas: Sistem Lapas Kini Fokus pada Pemulihan Narapidana
Fachri Audhia Hafiez • 18 April 2026 13:34
Jakarta: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengatakan sistem lembaga pemasyarakatan (lapas) saat ini fokus pada pemulihan para narapidana. Hal ini mendapat respons positif dunia.
“Sistem pemasyarakatan tidak lagi semata tentang pemenjaraan, tetapi juga tentang pemulihan,” kata Agus dalam pembukaan rangkaian kegiatan The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali dikutip pada Sabtu, 18 April 2026.
Praktik pembinaan narapidana berbasis kearifan lokal di Indonesia menuai pujian luas dari peserta internasional dalam rangkaian The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026. Para delegasi dari 44 negara meninjau langsung implementasi sistem pembinaan di Lapas Narkotika Bangli dan Bapas Karangasem yang dinilai berhasil memadukan aspek rehabilitasi dengan nilai-nilai budaya lokal.
Dalam kunjungan tersebut, para delegasi melihat langsung sarana asimilasi, edukasi, serta unit kerja produktif yang melibatkan warga binaan.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Griya Abhipraya Dharma Laksana di Karangasem, di mana para klien pemasyarakatan mendapatkan pelatihan vokasional yang digabungkan dengan pendekatan budaya bekerja sama dengan Yayasan Pesraman Guru Kula.
“Saya sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami tentang bagaimana menggabungkan nilai budaya dalam proses pembinaan dan pembimbingan,” ujar Ayyub, perwakilan dari Singapore Prison Service.
.jpeg)
The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 di Bali. Foto: Dok. Istimewa.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan bahwa forum internasional ini mencerminkan pergeseran penting dalam kebijakan sistem peradilan pidana global. Indonesia kini menjadi salah satu rujukan praktik pemasyarakatan yang humanis melalui pendekatan budaya yang dinilai mampu menekan angka residivisme secara berkelanjutan.
“Kongres ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara, sekaligus memperkaya perspektif dalam pelaksanaan pembinaan dan pembimbingan yang lebih efektif,” tutur Mashudi.
Forum WCPP 2026 ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta yang terdiri dari praktisi dan akademisi bidang pemasyarakatan. Melalui integrasi teknologi dan kearifan lokal, Indonesia optimistis mampu mendorong terwujudnya sistem keadilan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan sosial.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com