Dinas Kesehatan bersama Puskesmas dan Posyandu gelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) serentak sasar 168.177 anak setelah temukannya 102 orang positif penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi J
Status KLB, Dinkes Garut Gelar Imunisasi Serentak Sasar 168.177 Anak
Media Indonesia • 14 April 2026 16:09
Garut: Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) serentak. Program ini menyasar 168.177 anak setelah ditemukannya 102 orang positif penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat.
Kasus tersebut meningkat sejak Januari hingga April 2026. Sejumlah pasien harus mendapat perawatan di ruang isolasi, sementara yang lain berangsur sembuh. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman, mengatakan kasus campak yang terjadi sejak Januari hingga April meningkat. Pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat menemukan 102 orang positif campak. Penyebaran kasus campak pun mengalami peningkatan cukup signifikan.
"Penyebaran kasus campak di Kabupaten Garut meningkat cukup signifikan berada di Desa Karyasari, Kecamatan Garut Kota, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong dan kini status masuk kejadian luar biasa (KLB). Kasus campak ditemukan setelah menerima laporan dari petugas puskesmas hingga ditangani ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit," ujar Asep Surahman dikutip Media Indonesia, Selasa, 14 April 2026.
Menurut Asep, kasus penyakit campak di wilayahnya mengalami peningkatan cukup signifikan. Meski demikian, dari kasus tersebut tidak ada angka kematian. Saat ini statusnya masuk kejadian luar biasa (KLB). Dinas Kesehatan, puskesmas, dan posyandu gencar menggelar imunisasi campak atau ORI serentak guna menekan penyebaran kasus.
"Kabupaten Garut masuk status kejadian luar biasa (KLB) campak setelah ditemukan adanya 102 anak positif hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Dinkes masih terus mengirimkan kembali sampel ke Laboratorium Labkesda Provinsi Jabar dan hasilnya masih menunggu. Akan tetapi, ditemukan kasus campak di wilayah Garut karena masih banyak orang tua dari anak-anak yang belum pernah divaksin sejak lahir," kata Asep.
Menurut Asep, dengan meningkatnya kasus campak, Dinas Kesehatan terus melakukan langkah sosialisasi hingga edukasi kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi campak guna memutus penyebaran kasus. Imunisasi campak atau ORI dilakukan kepada anak usia 9 bulan, usia 18 bulan, serta kelas 1 SD sederajat dengan sasaran 168.177 anak.
"Petugas kesehatan bersama puskesmas dan posyandu serentak menggelar imunisasi campak atau ORI di Kabupaten Garut dan sekarang sudah mencapai 94.731 anak atau balita (56 persen). Pelaksanaan imunisasi masih berjalan kepada anak-anak agar mereka memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak gampang tertular penyakit campak," ujar Asep.

Ilustrasi campak. Foto: Shutterstock.