Genjot Masa Depan Kerja, Indonesia Bangun Ekosistem Talenta Digital

Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Genjot Masa Depan Kerja, Indonesia Bangun Ekosistem Talenta Digital

Husen Miftahudin • 17 April 2026 07:45

Jakarta: Indonesia melalui Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama dengan Pemda DKI Jakarta dan Satria Siber Nusantara (SSN) menyelenggarakan pelatihan Cyber-Gig dalam rangka mendorong terbentuknya ekosistem talenta siber yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga selaras dengan kebutuhan industri.
 
"Melalui pelatihan Cyber-Gig, kegiatan ini juga selaras dengan upaya membangun ekosistem talenta digital yang relevan dengan kebutuhan industri dan masa depan kerja," ungkap keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat, 17 April 2026.
 
Dijelaskan lebih lanjut, program ini secara langsung mendukung agenda pengembangan gig economy yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dengan menyiapkan talenta yang memiliki keterampilan praktis, fleksibel, dan siap terjun sebagai pekerja lepas (freelancer) di pasar global.
 
Dalam konteks ini, pelatihan Cyber-Gig menjadi relevan karena membuka peluang bagi individu untuk mengakses pekerjaan berbasis proyek di bidang keamanan siber, yang permintaannya terus meningkat seiring dengan akselerasi transformasi digital.
 

Baca juga: Perkuat Transformasi Digital Daerah, Pemda 'Contek' Keamanan Siber Korsel


(Launching Cyber Breaker 2026 - Season 3 dan pelatihan Cyber-Gig. Foto: Istimewa)
 

Bangun ekosistem talenta digital

 
Selain itu, diselenggarakan pula launching Cyber Breaker 2026 - Season 3 yang menjadi momentum penting dalam melanjutkan pertumbuhan Cyber Breaker sebagai platform pengembangan talenta siber Indonesia.
 
Sejak penyelenggaraan perdananya, Cyber Breaker menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari 137 peserta pada Season 1 menjadi 616 peserta pada Season 2. Memasuki Season 3, Cyber Breaker menargetkan 1.000 pendaftar sebagai bagian dari langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan, memperkuat ekosistem, dan membuka lebih banyak peluang bagi talenta siber Indonesia.
 
Pada Cyber Breaker 2026 - Season 3, format kompetisi disusun secara lebih terstruktur melalui dua bagian utama, yaitu Cyber Breaker Development (CBD) dan Cyber Breaker Competition (CBC). Tahap Cyber Breaker Development mencakup CBD Regional dan CBD National sebagai jalur awal pertumbuhan peserta dari level daerah menuju level yang lebih tinggi.
 
Dari tahap tersebut, tim-tim terbaik akan melaju ke Promotion Day sebagai gerbang menuju CBC League, yaitu panggung utama dalam rangkaian Cyber Breaker Season 3. Dengan format ini, Cyber Breaker menegaskan setiap tahapan adalah bagian dari progres, sehingga peserta tidak hanya datang untuk mengejar gelar juara, tetapi juga untuk membangun pengalaman, reputasi, dan peluang yang lebih besar di bidang cybersecurity.
 
"Kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi lintas ekosistem dalam membangun masa depan talenta siber nasional," papar rilis tersebut.
 
Satria Siber Nusantara (SSN) menjadi sponsor utama pendukung pertumbuhan Cyber Breaker 2026 - Season 3. Di saat yang sama, kolaborasi Peris.ai dan RRQ terus berlanjut untuk memperkuat pendekatan cyber esports yang mampu menjembatani dunia cybersecurity dengan audiens digital-native secara lebih luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)