Pelatih Timnas Indonesia John Herdman. Foto: Instagram @garuda.futboll.
Janji John Herdman Usai Skuad Garuda Tersingkir di Piala AFF
Anggi Tondi Martaon • 8 August 2026 19:11
Jakarta: Pelatih tim nasional Indonesia John Herdman berjanji membenahi skuad Garuda. Hal itu disampaikan Herdman Timnas gagal melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026.
"Kami akan membenahi semua itu dan kembali dengan semangat baru, benar-benar semangat yang baru," kata Herdman dikutip dari Antara, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Timnas Indonesia harus angkat koper dari Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Singapura di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat, 7 Agustus 2026. Meskipun tidak puas dengan kepemimpinan wasit dalam laga itu, Hermand menganggap pembahasan tentang wasit tidak perlu dilanjutkan karena hanya akan membuatnya dalam masalah.
Pelatih asal Inggris itu menjelaskan tim asuhannya tampil mendominasi pertandingan dalam laga itu. Tapi, harus diakui Singapura memiliki lini pertahanan yang terorganisir dengan baik.
Herdman berharap semua pihak bersabar menantikan trofi pertama timnas di bawah asuhannya. Setelah kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia akan melanjutkan persiapan menghadapi ajang FIFA ASEAN Cup pada September-Oktober 2026.
Herdman menilai ajang itu menjadi kesempatan emas bagi Skuad Garuda untuk berkembang lebih baik setelah memetik pelajaran dari Piala AFF 2026. Indonesia juga akan bertemu lagi dengan Singapura di FIFA ASEAN Cup karena sama-sama berada di grup A bersama Malaysia dan India.

Ilustrasi Timnas Indonesia. Foto: Antara.
"Saya sudah tidak sabar untuk kembali menghadapi Singapura. Saat itu pasti akan tiba," sebut Herdman.
Herdman mengatakan pelajaran terpenting dari kegagalan dalam Piala AFF 2026, adalah bagaimana mengendalikan emosi dan tetap fokus pada tugas yang ada. Menurut dia, sebagian besar hal itu telah dilakukan oleh para pemain timnas.
Herdman menilai Tom Haye dan kawan-kawan sudah melakukan segalanya, hanya saja belum berhasil mencetak gol kedua. Herdman menambahkan para pemain timnas mengakui kesalahan-kesalahan kecil yang merugikan tim.
"Hal-hal (kesalahan kecil) itu tidak akan lagi kita lihat pada turnamen mendatang," ujar Herdman.