Menko PM Sebut Program Pemberdayaan Efektif Bantu Ekonomi Keluarga

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Foto: Dok. Istimewa.

Menko PM Sebut Program Pemberdayaan Efektif Bantu Ekonomi Keluarga

Fachri Audhia Hafiez • 9 August 2026 16:36

Gresik: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menilai efektivitas program pembiayaan dan pendampingan dalam memperkuat ekonomi keluarga di kawasan pesisir Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Program ini diinisiasi PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

“Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan AO (account officer) nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif,” ujar Muhaimin saat mengunjungi kawasan Pulau Mengare, Gresik, Sabtu, 8 Agustus 2026.
 


Muhaimin melihat langsung akses pembiayaan PNM Mekaar dan pendampingan usaha ultra mikro berhasil membantu para perempuan di Desa Watuagung mengembangkan usahanya. Berdasarkan data BPS 2025, desa tersebut dihuni oleh 1.492 perempuan dan sekitar 60 persen di antaranya telah menjadi nasabah PNM Mekaar.

Potensi ekonomi masyarakat pesisir Mengare yang bergantung pada sektor perikanan, pertambakan, serta olahan hasil laut kini mulai terdorong lewat strategi klasterisasi usaha. PNM tidak hanya menyalurkan modal, tetapi memberikan pendampingan sertifikasi halal, legalitas, hingga branding agar komoditas lokal seperti terasi memiliki nilai tambah dan daya saing.


Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Foto: Dok. Istimewa.

Selain berfokus pada penguatan sektor usaha, PNM juga memberikan perhatian pada aspek sosial melalui program Ruang Pintar. Fasilitas ini menyediakan ruang belajar gratis dan pendampingan bagi anak-anak nasabah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Kindaris meyakini keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak sekadar diukur dari besarnya jumlah modal yang tersalurkan, melainkan dari dampak perubahan nyata pada kehidupan nasabah.

“Perubahan itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata, usaha yang tumbuh, pendapatan keluarga yang menguat, lapangan kerja yang terbuka, dan anak-anak yang mendapatkan kesempatan belajar lebih baik,” jelas Kindaris.

(Fachri Audhia Hafiez)