Sekjen OKI Hissein Brahim Taha. (Anadolu Agency)
OKI Sambut Baik Pakta Pertahanan Kolektif Arab Saudi, Turki, dan Pakistan
Willy Haryono • 8 August 2026 14:38
Jeddah: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyambut penandatanganan Mecca Joint Defense Agreement atau Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah yang disepakati Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat kemarin, Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap perjanjian tersebut.
Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 8 Agustus 2026, ia menyebut kesepakatan itu sebagai "langkah strategis penting" yang mencerminkan komitmen ketiga negara dalam memperkuat kerja sama di tingkat regional maupun internasional.
Menurut Taha, perjanjian tersebut menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung keamanan dan stabilitas, baik di kawasan maupun di dunia Islam secara lebih luas.
Ia mengatakan kesepakatan itu juga menunjukkan tekad bersama untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks sekaligus memperkuat solidaritas dan kemitraan konstruktif di antara negara-negara anggota OKI.
Taha turut memuji kepemimpinan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang berhasil mewujudkan apa yang disebutnya sebagai "kesepakatan bersejarah".
Ia berharap perjanjian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, baik di kawasan maupun di tingkat global.
Pakta Pertahanan Makkah
Pada Jumat, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani Mecca Joint Defense Agreement dalam pertemuan trilateral di Istana Al-Safa, Makkah.Berdasarkan keterangan pejabat Turki, perjanjian tersebut merupakan kerja sama pertahanan yang tidak ditujukan kepada negara tertentu dan dirancang untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran regional dan global melalui pendekatan keamanan bersama.
Kesepakatan itu juga mengatur prinsip pertahanan kolektif, yakni setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara penandatangan akan diperlakukan sebagai serangan terhadap seluruh anggota perjanjian.
Baca juga: Arab Saudi Bersama Pakistan dan Turki Sepakati Perjanjian Pertahanan Kolektif