Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana (Kabid Damkar) ?BPBD Kabupaten Kubu Raya Sulistiono menyemprotkan air ke lokasi hutan dan lahan gambut yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kalimanta
Karhutla di Kubu Raya Mengancam Permukiman Warga
Silvana Febiari • 6 August 2026 09:18
Pontianak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memprioritaskan perlindungan kawasan permukiman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasalnya, kejadian ini telah berlangsung selama 12 hari di belakang Komplek Arwana Indah, Kecamatan Sungai Raya.
"Kami punya kewajiban mengamankan rumah penduduk karena api tadi sudah mengancam permukiman dengan jarak sekitar satu setengah meter. Itu yang menjadi prioritas kami," kata Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana BPBD Kubu Raya Sulistiono, dilansir dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.
Sulistiono mengatakan api di kawasan tersebut kembali muncul meski sebelumnya telah dinyatakan padam. Petugas harus melakukan pemadaman ulang untuk mencegah kobaran merambat ke rumah warga.
Baca Juga :
Luas lahan yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah diperkirakan telah melebihi 10 hektare. Data ini masih berpotensi bertambah karena proses pemadaman masih berlangsung.
Menurut Sulistiono, lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Bandara Supadio, sehingga menjadi perhatian serius. Sebab, dampak asap berpotensi terhadap aktivitas penerbangan.
Selain di Arwana Indah, titik karhutla yang juga menjadi perhatian berada di kawasan SMP Negeri 12 dan SD Negeri 5 di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, karena luas area yang terbakar cukup besar.
Proses pemadaman menghadapi kendala keterbatasan sumber air. BPBD harus mengandalkan dukungan berbagai pihak, termasuk Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), relawan pemadam kebakaran, serta unsur penanggulangan karhutla lainnya.
"Dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, kami berharap kebakaran ini segera dapat dikendalikan," tuturnya.

Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama petugas TNI/Polri berjibaku memadamkan api pada lahan gambut di Kecamatan Sungai Raya (ANTARA/Rendra Oxtora)
Sulistiono mengungkapkan personel di lapangan mulai mengalami kelelahan setelah hampir satu bulan menangani karhutla di sejumlah lokasi. Termasuk 12 hari berturut-turut melakukan pemadaman di kawasan Arwana Indah.
Sejumlah petugas BPBD dan relawan sempat mengalami kelelahan akibat paparan asap dan beban kerja yang tinggi. Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani perawatan karena kondisi fisik menurun.
Ia mengapresiasi bantuan obat-obatan dan vitamin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dinilai membantu menjaga kondisi kesehatan personel selama bertugas di lapangan.
"Kamis berharap dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat, baik melalui penyediaan logistik, peralatan, maupun layanan kesehatan bagi petugas agar upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan optimal selama musim kemarau," harapnya.