Kirab Bendera Merah Putih di Perbatasan Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa. ANTARA/Narwati
3.000 Bendera Merah Putih Membentang di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Silvana Febiari • 11 August 2026 14:39
Bengkayang: Sebanyak 3.000 Bendera Merah Putih dikibarkan dan dibentangkan di sepanjang kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Pengibaran bendera tersebut menjadi penegasan kedaulatan dan nasionalisme masyarakat di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ribuan bendera tersebut menghiasi jalur dari Simpang Empat Sungai Take menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga kawasan Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia. Pengibaran itu menjadi bagian dari Kirab Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Camat Jagoi Babang Saidin dalam kirab bendera merah putih, seperti dilansir Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membawa dan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 8 x 17 meter. Mereka berjalan kaki sejauh sekitar empat kilometer, dari halaman Kantor Desa Jagoi menuju helipad di kawasan PLBN Jagoi Babang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan kuatnya semangat nasionalisme masyarakat di kawasan perbatasan. Hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat terhadap posisi strategis wilayahnya sebagai beranda terdepan Indonesia.
"Jagoi Babang bukan sekadar kecamatan. Kita semua yang berdiri di sini berada di beranda terdepan NKRI dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," kata Saidin.
Ribuan bendera yang dipasang dan dikibarkan dari kawasan Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan Jagoi Babang bukan sekadar ornamen peringatan kemerdekaan. Bendera-bendera tersebut menjadi simbol kedaulatan, harga diri bangsa, sekaligus perekat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.
"Melalui Kirab Merah Putih ini, kita ingin mengirimkan pesan kuat bahwa nasionalisme warga Kecamatan Jagoi Babang tidak pernah luntur. Jiwa patriotisme tetap menyala untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya.

Kirab Bendera Merah Putih di Perbatasan Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa. ANTARA/Narwati
Saidin menekankan semangat menjaga keutuhan NKRI perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, peningkatan prestasi serta menjaga kerukunan antarsuku dan antaragama di kawasan perbatasan.
Ia mengajak generasi muda di Jagoi Babang menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah, bukan sebagai alasan untuk terjadinya perpecahan. "Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk memajukan Kecamatan Jagoi Babang," ajaknya.
Ia juga mengapresiasi BAIS TNI yang memfasilitasi pelaksanaan kirab, serta TNI-Polri, pihak sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kirab Merah Putih di kawasan perbatasan menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Keterlibatan pelajar dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi penerus.
"Ribuan bendera tersebut menghiasi jalur dari Simpang Empat Sungai Take menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga kawasan Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia. Pengibaran itu menjadi bagian dari Kirab Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Camat Jagoi Babang Saidin dalam kirab bendera merah putih, seperti dilansir Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta membawa dan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 8 x 17 meter. Mereka berjalan kaki sejauh sekitar empat kilometer, dari halaman Kantor Desa Jagoi menuju helipad di kawasan PLBN Jagoi Babang.
Baca Juga :
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan kuatnya semangat nasionalisme masyarakat di kawasan perbatasan. Hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat terhadap posisi strategis wilayahnya sebagai beranda terdepan Indonesia.
"Jagoi Babang bukan sekadar kecamatan. Kita semua yang berdiri di sini berada di beranda terdepan NKRI dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," kata Saidin.
Ribuan bendera yang dipasang dan dikibarkan dari kawasan Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan Jagoi Babang bukan sekadar ornamen peringatan kemerdekaan. Bendera-bendera tersebut menjadi simbol kedaulatan, harga diri bangsa, sekaligus perekat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.
"Melalui Kirab Merah Putih ini, kita ingin mengirimkan pesan kuat bahwa nasionalisme warga Kecamatan Jagoi Babang tidak pernah luntur. Jiwa patriotisme tetap menyala untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya.

Kirab Bendera Merah Putih di Perbatasan Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa. ANTARA/Narwati
Saidin menekankan semangat menjaga keutuhan NKRI perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, peningkatan prestasi serta menjaga kerukunan antarsuku dan antaragama di kawasan perbatasan.
Ia mengajak generasi muda di Jagoi Babang menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah, bukan sebagai alasan untuk terjadinya perpecahan. "Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk memajukan Kecamatan Jagoi Babang," ajaknya.
Ia juga mengapresiasi BAIS TNI yang memfasilitasi pelaksanaan kirab, serta TNI-Polri, pihak sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kirab Merah Putih di kawasan perbatasan menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Keterlibatan pelajar dan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi penerus.