Studi: Kinerja dan Manajemen Risiko Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Perbankan

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Studi: Kinerja dan Manajemen Risiko Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Perbankan

Deny Irwanto • 29 June 2026 23:36

Jakarta: Kinerja perusahaan menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Diikuti kecepatan organisasi, pengelolaan risiko, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan.

Temuan tersebut merupakan hasil disertasi praktisi perbankan Abiwodo yang mengantarkannya meraih gelar Doktor pada Program Kajian Strategik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI).

Dalam sidang promosi doktor di Kampus UI Salemba, Jakarta, Abiwodo mempresentasikan disertasi berjudul Pengaruh Regulasi, Adaptasi, Aset, dan Kecepatan terhadap Ketahanan Bank yang Dimediasi oleh Kinerja Perusahaan dan Risiko (Studi Kasus pada Bank Himbara).

"Industri perbankan saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Ketahanan bank tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan organisasi beradaptasi, merespons perubahan, serta mengelola risiko secara efektif," kata Abiwodo dalam pemaparannya yang dikutip, Senin, 29 Juni 2026.

Penelitian tersebut mengulas pengaruh regulasi, kemampuan adaptasi organisasi, kekuatan aset, serta kecepatan pengambilan keputusan terhadap ketahanan bank dengan mempertimbangkan peran kinerja perusahaan dan pengelolaan risiko sebagai variabel mediasi.

Riset dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 333 responden yang berasal dari jajaran pimpinan manajerial Bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS).


Abiwodo meraih gelar Doktor pada Program Kajian Strategik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI). Dokumentasi/ istimewa.

Hasil penelitian menunjukkan kinerja perusahaan menjadi faktor yang memberikan pengaruh paling besar terhadap ketahanan bank. Faktor tersebut kemudian diikuti oleh kecepatan organisasi, pengelolaan risiko, serta kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan.

Selain itu, penelitian juga menemukan pengaruh kecepatan organisasi terhadap ketahanan bank semakin kuat apabila didukung sistem manajemen risiko yang baik. Regulasi dan kekuatan aset juga terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan perbankan melalui peningkatan kinerja perusahaan maupun penguatan pengelolaan risiko.

Menurut Abiwodo, temuan tersebut memberikan perspektif strategi memperkuat ketahanan bank perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya bertumpu pada aspek permodalan.

“Di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan ekonomi global, transformasi digital, serta perubahan regulasi, bank perlu membangun organisasi yang lebih adaptif, cepat mengambil keputusan, dan memiliki sistem manajemen risiko yang kuat agar mampu menjaga keberlanjutan bisnis,” jelas dia.

Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi referensi bagi regulator, pelaku industri perbankan, maupun kalangan akademisi dalam merumuskan strategi peningkatan daya tahan sektor keuangan nasional.

Dengan keberhasilan tersebut, Abiwodo berharap hasil risetnya tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat menjadi masukan bagi penguatan industri perbankan nasional agar semakin resilien dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang.

 

(Deny Irwanto)