Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo. (istimewa)
Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang Bakal Dibangun di Bangka
Lukman Diah Sari • 12 May 2026 16:12
Jakarta: Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo mengungkap rencana perusahaan membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang (rare earth elements/REE) di Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan penguatan teknologi mineral Indonesia. Menurut dia, keberadaan pusat riset menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing industri timah nasional di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global.
"Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah,” kata Aryo dalam presentasinya saat menjadi pembicara dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo. (istimewa)
Ia mengatakan, Arsari Tambang menargetkan pusat riset tersebut dapat menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di dalam negeri. Menurut Aryo, rare earth elements merupakan salah satu produk sampingan timah yang memiliki nilai strategis tinggi untuk masa depan industri global, terutama dalam mendukung transisi energi dan teknologi tinggi.
Beberapa unsur yang disebutkannya antara lain neodymium (NdPr) dan dysprosium yang dibutuhkan dalam berbagai perangkat teknologi dan industri energi. “Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang di Bangka,” ujar dia.
Baca Juga :
“Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia,” kata Aryo.
Dia membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, perusahaan swasta, dan perusahaan pelat merah sektor timah, untuk mempercepat pengembangan pusat riset. Ia menyebut kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang telah lama bergerak di industri timah dapat menjadi langkah penting membangun ekosistem penelitian mineral nasional.