Perlindungan Kesehatan Berkelanjutan Jadi Kunci Hadapi Biaya Medis

Ilustrasi perawatan pasien. Dokumentasi/ istimewa.

Perlindungan Kesehatan Berkelanjutan Jadi Kunci Hadapi Biaya Medis

Deny Irwanto • 4 June 2026 22:49

Jakarta: Kenaikan biaya kesehatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian banyak masyarakat. Di tengah inflasi medis yang terus meningkat, kebutuhan akan perlindungan kesehatan yang memadai kini semakin dirasakan penting, terutama untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga saat menghadapi risiko penyakit dan biaya perawatan yang tidak terduga.

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia, Cheang Khai Au, mengatakan kenaikan biaya medis tidak hanya berdampak pada industri kesehatan, tetapi juga memengaruhi cara masyarakat mempersiapkan perlindungan finansial.

“Kenaikan biaya medis bukan hanya berdampak pada rumah sakit atau industri kesehatan, tetapi juga memengaruhi cara masyarakat mempersiapkan perlindungan untuk finansialnya.  Kami juga senantiasa mengimbau nasabah untuk rutin meninjau manfaat perlindungan yang dimiliki agar dapat terus mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal," kata Cheang Khai Au dalam keterangan pers dikutip, Kamis, 4 Juni 2026..

Kondisi ini disebut membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam merencanakan perlindungan kesehatan agar tetap dapat memperoleh layanan medis yang optimal di masa depan.

Berdasarkan data World Bank, pengeluaran kesehatan per kapita di Indonesia meningkat dari sekitar US$118 pada 2019 menjadi sekitar US$132 pada 2023. Tren tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan sekaligus biaya perawatan yang harus ditanggung masyarakat.

Kondisi serupa juga terlihat dari data Allianz Indonesia periode 2020–2025. Rata-rata biaya per kasus untuk sejumlah penyakit mengalami lonjakan signifikan, di antaranya penyakit jantung sebesar 219 persen, DBD 183 persen, kanker 179 persen, stroke 169 persen, dan tifoid 116 persen.

Peningkatan biaya perawatan untuk penyakit kritis seperti stroke, jantung, dan kanker menjadi perhatian tersendiri karena kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Menurut Allianz, salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah melakukan evaluasi berkala terhadap perlindungan kesehatan yang dimiliki agar tetap sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan biaya medis saat ini.

Selain memahami manfaat dan batasan polis, masyarakat juga perlu mengenal konsep deductibles dalam perlindungan kesehatan. Skema tersebut memungkinkan adanya pembagian peran antara perusahaan asuransi dan nasabah dalam menanggung sebagian biaya kesehatan sehingga perlindungan dapat berjalan lebih berkelanjutan.

Cheang Khai Au juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru menghentikan perlindungan kesehatan tanpa perencanaan matang karena dapat menimbulkan risiko finansial di kemudian hari. 

Cheang Khai Au menilai pemahaman yang baik terhadap manfaat perlindungan kesehatan dapat membantu masyarakat menjaga keberlanjutan perlindungan sekaligus memastikan manfaat yang diperoleh tetap optimal dalam jangka panjang.

"Karena itu, dengan memahami manfaat perlindungan yang dimiliki, masyarakat bisa menjaga perlindungan tetap sustainable dan benar-benar mendukung kebutuhan jangka panjangnya. Salah satu upaya yang dilakukan Allianz Indonesia adalah dengan menghadirkan Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM), perlindungan kesehatan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan biaya medis saat ini," jelas Cheang Khai Au.

(Deny Irwanto)