Lee Seo-hyun, Presiden Samsung C&T. (News 1 via Chosun Daily)
10 Wanita Terkaya di Asia Tahun 2026 Versi Forbes
Riza Aslam Khaeron • 22 April 2026 17:47
Jakarta: Asia adalah kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Salah satu indikatornya ialah keberadaan miliarder perempuan dengan kekayaan mencengangkan.
Para miliarder perempuan ini menekuni usaha di beragam sektor, ada taipan baja India hingga pendiri perusahaan teknologi Tiongkok. Menarik untuk mengenal lebih jauh para miliarder perempuan di Asia yang mewakili keragaman industri, latar belakang, dan cara membangun kekayaan yang luar biasa.
Berdasarkan daftar miliarder dunia Forbes 2026 yang menggunakan harga saham dan nilai tukar per 1 Maret 2026, terdapat pola menarik di antara 10 wanita terkaya Asia. Sebagian besar kekayaan mereka bersumber dari warisan bisnis keluarga, namun tidak sedikit yang membuktikan diri sebagai pengusaha hingga mampu membangun kerajaan bisnis tanpa modal warisan.
Berikut ini daftar lengkap wanita-wanita terkaya di Asia di mana kekayaan mereka telah dikonversikan ke mata uang rupiah menggunakan kurs JISDOR Bank Indonesia 22 April 2026 sebesar Rp17.179 per USD
1. Savitri Jindal & Keluarga — USD 39,1 miliar (sekitar Rp671,70 triliun)
Savitri Jindal (Peringkat Dunia: #51) adalah wanita terkaya di Asia sekaligus di India dengan sumber kekayaan utama dari sektor baja dan infrastruktur. Kekayaannya berasal dari O.P. Jindal Group, konglomerasi yang didirikan mendiang suaminya, Om Prakash Jindal.Kini Savitri menjabat sebagai Chairperson Emeritus, sementara keempat putranya menjalankan berbagai lini bisnis kelompok tersebut. Kekayaannya merupakan warisan keluarga yang tetap aktif dikelola.
2. Zheng Shuliang & Keluarga — USD 33,2 miliar (sekitar Rp570,34 triliun)
Zheng Shuliang (Peringkat Dunia: #63) adalah Wakil Ketua China Hongqiao Group asal Tiongkok, salah satu produsen aluminium terbesar di dunia. Perusahaan ini didirikan mendiang suaminya, Zhang Shiping, yang wafat pada 2019.Kini perusahaan dijalankan putranya Zhang Bo sebagai chairman dan CEO, sementara putrinya Zhang Hongxia memimpin bisnis tekstil keluarga. Kekayaan Zheng melonjak signifikan dari USD 15,4 miliar (sekitar Rp264,56 triliun) tahun lalu menjadi USD 33,2 miliar (sekitar Rp570,34 triliun).
3. Kwong Siu-hing — USD 20,7 miliar (sekitar Rp355,61 triliun)
Kwong Siu-hing (Peringkat Dunia: #123) adalah janda salah satu pendiri Sun Hung Kai Properties, raksasa properti dari Hong Kong. Ia sempat menjabat sebagai chairman perusahaan pada 2008–2011 dan berperan sebagai matriarki keluarga Kwok dalam masa transisi korporat.Sumber kekayaannya berasal dari kepemilikan keluarga atas trust dan saham Sun Hung Kai Properties.
4. Zhong Huijuan — USD 18,7 miliar (sekitar Rp321,25 triliun)
Zhong Huijuan (Peringkat Dunia: #151) adalah salah satu contoh paling kuat dari perempuan self-made asal Tiongkok di sektor farmasi.Mantan guru kimia ini mendirikan Hansoh Pharmaceutical dan membesarkannya menjadi raksasa farmasi yang memproduksi obat-obatan di bidang onkologi, psikiatri, dan diabetes.
Ia menjabat sebagai Founder dan CEO Hansoh hingga kini — kekayaan yang dibangun murni dari nol.
5. Zhou Qunfei & Keluarga — USD 17,1 miliar (sekitar Rp293,76 triliun)
Zhou Qunfei (Peringkat Dunia: #166) memiliki kisah self-made yang luar biasa di industri manufaktur teknologi Tiongkok. Lahir dari keluarga miskin, ia pernah bekerja sebagai buruh pabrik sebelum mendirikan Lens Technology — perusahaan pembuat layar sentuh untuk Apple dan Samsung.Perjalanan dari lantai pabrik ke puncak daftar miliarder menjadikan Zhou salah satu simbol ikonik kewirausahaan perempuan Asia.

Savitri Jindal. (jindalstainless.com)
6. Zhou Chaonan — USD 12,2 miliar (sekitar Rp209,58 triliun)
Zhou Chaonan (Peringkat Dunia: #251) mendirikan Range Intelligent Computing Technology Group asal Tiongkok, penyedia layanan pusat data yang berkembang pesat seiring ledakan infrastruktur AI.Mantan guru ini membangun bisnisnya di usia sekitar 49 tahun dan meraih lonjakan kekayaan besar setelah perusahaannya melantai di bursa dengan klien besar seperti ByteDance dan Huawei. Ia dikategorikan sebagai self-made murni.
7. Wang Laichun — USD 11,3 miliar (sekitar Rp194,12 triliun)
Wang Laichun, atau Grace Wang (Peringkat Dunia: #281), adalah Chairman dan CEO Luxshare Precision Industry asal Tiongkok, pemasok komponen elektronik penting bagi Apple. Setelah bekerja di Foxconn selama 10 tahun, ia keluar pada 1997 dan mendirikan Luxshare bersama saudaranya pada 2004.Kekayaannya dibangun sepenuhnya dari karya tangannya sendiri.
| Baca Juga: 10 Orang Terkaya di ASEAN Versi Forbes 2026, Ada 4 dari Indonesia |
8. Lee Boo-jin — USD 9,8 miliar (sekitar Rp168,35 triliun)
Lee Boo-jin (Peringkat Dunia: #353) adalah Presiden dan CEO Hotel Shilla asal Korea Selatan, afiliasi Samsung yang bergerak di bisnis hotel dan ritel bebas bea.Ia merupakan putri mendiang Chairman Samsung, Lee Kun-hee. Kekayaannya erat kaitannya dengan saham warisan dinasti Samsung, meskipun ia memiliki rekam jejak manajerial yang kuat dalam mengelola bisnis secara langsung.
9. Zeng Fangqin — USD 9,8 miliar (sekitar Rp168,35 triliun)
Zeng Fangqin (Peringkat Dunia: #353) adalah Founder dan Chairman Lingyi iTech asal Tiongkok, pemasok komponen teknologi untuk gawai global.Berbeda dari sebagian besar rekannya dalam daftar ini, Zeng membangun Lingyi iTech dari awal dan mengembangkannya menjadi pemain penting dalam rantai pasok teknologi dunia. Ia dikategorikan sebagai pengusaha self-made.
10. Lee Seo-hyun — USD 9,5 miliar (sekitar Rp163,20 triliun)
Menutup daftar ini adalah Lee Seo-hyun (Peringkat Dunia: #364) asal Korea Selatan, adik dari Lee Boo-jin, yang menjabat sebagai President of Strategic Planning di Samsung C&T. Ia juga mengawasi Samsung Welfare Foundation.Seperti kakaknya, kekayaan Lee Seo-hyun berakar pada warisan saham keluarga Samsung setelah wafatnya sang ayah, Lee Kun-hee.
Dari 10 wanita terkaya Asia versi Forbes 2026, lima di antaranya adalah perempuan self-made — membangun perusahaan dari nol di industri farmasi, manufaktur teknologi, komponen elektronik, hingga pusat data. Lima sisanya adalah pewaris dinasti bisnis keluarga yang tetap aktif memegang kendali korporat.
Perpaduan keduanya mencerminkan wajah ekonomi Asia yang sedang bertransformasi: di mana warisan tetap memainkan peran besar, namun kewirausahaan perempuan semakin menemukan tempat yang layak.