Ilustrasi gelombang di Perairan Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Potensi Gelombang Tinggi Meluas di Wakatobi dan Laut Banda
Whisnu Mardiansyah • 6 May 2026 11:43
Kendari: Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang sedang yang dapat mencapai ketinggian 1,25-2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk periode 6 hingga 9 Mei 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Gabriella Larasati, mengatakan berdasarkan data, kondisi sinoptik menunjukkan pola angin umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot atau 6 Skala Beaufort di Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi," kata Gabriella saat dihubungi di Kendari, seperti dilansir Antara, Rabu, 6 Mei 2026
Gabriella menyebutkan hasil analisis sebaran potensi gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dalam beberapa waktu ke depan. Pada tanggal 6-7 Mei 2026, masing-masing diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 Wita, dengan potensi gelombang sedang diprediksi terjadi di Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Untuk periode 7 hingga 8 Mei 2026, terjadi pada waktu yang sama dengan kondisi gelombang sedang berpotensi terjadi di Perairan Wakatobi, Laut Banda Timur Wawonii, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
"Untuk periode 8 hingga 9 Mei 2026, wilayah terdampak diprakirakan meluas mencakup Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Wakatobi, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, Teluk Bone Barat Kabaena, dan Laut Banda Timur Wakatobi," jelasnya.

Gelombang tinggi di pantai Ampenan, Mataram, NTB. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Gabriella mengungkapkan bahwa atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dan nelayan, untuk selalu waspada dan memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.
"Masyarakat juga diingatkan untuk terus memantau pembaruan informasi prakiraan cuaca pelabuhan dan wilayah perairan melalui laman resmi BMKG agar tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut," tambahnya.