Kecelakaan bus ALS. ANTARA FOTO/Rio Roma Dhoni/Lmo/kye
Korban Bus ALS Sulit Diidentifikasi, DVI Gunakan Sampel Tulang
Lukman Diah Sari • 9 May 2026 21:41
Palembang: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri mengandalkan pemeriksaan deoxyribonucleic acid (DNA) dari sampel tulang yang masih berwarna kemerahan untuk mengidentifikasi 17 jenazah korban tabrakan bus ALS dengan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Wahyu Hidayati mengatakan mayoritas sampel diambil dari bagian tulang, karena jaringan lunak korban sudah tidak utuh.
"Dalam kondisi sekarang ini, kita mengambil tulang. Kita juga memilih tulang yang masih merah, yang kira-kira masih ada DNA-nya. Karena kalau tulangnya sudah jadi arang, tidak bisa," kata Wahyu saat konferensi pers di Palembang, Sabtu, 9 Mei 2026, melansir Antara.
Tim DVI sebelumnya berharap identifikasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan gigi sebagaimana pada sejumlah kasus kebakaran sebelumnya. Namun, besarnya kobaran api dalam kecelakaan bus dengan truk tangki BBM itu menyebabkan sebagian besar tulang korban, termasuk gigi, mengalami kerusakan berat.
"Karena apinya sangat besar sehingga sebagian besar tulang, termasuk gigi, itu juga menjadi rapuh," jelas dia.

Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. Wahyu Hidayati saat konferensi pers di Palembang, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Selain itu, untuk proses pemeriksaan DNA diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat lima hari untuk memperoleh profil DNA yang akurat. Hingga kini, tim DVI telah menerima 15 sampel antemortem dari keluarga korban yang diharapkan dapat membantu mengungkap identitas 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS, termasuk satu korban anak-anak.
"DNA-nya itu memang agak lama. Paling cepat itu lima hari. Kita mohon doanya supaya bisa muncul semua profil DNA," kata Wahyu.