Korsel Janji Selidiki Insiden Drone, Bantah Niat Provokasi ke Korut

Pos keamanan Korea Selatan dan Korea Utara berlokasi saling berhadapan di area perbatasan. (EPA)

Korsel Janji Selidiki Insiden Drone, Bantah Niat Provokasi ke Korut

Willy Haryono • 11 January 2026 13:58

Seoul: Korea Selatan menegaskan tidak memiliki niat untuk memprovokasi Korea Utara dan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan keterlibatan warga sipil dalam penerbangan drone ke wilayah udara Korea Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kim Yo-jong, adik pemimpin Korut Kim Jong-un, mendesak Seoul untuk menyelidiki insiden drone terbaru.

Dalam pernyataan yang disiarkan media resmi Korea Utara, Kim Yo-jong menyatakan pihaknya menghargai keputusan Korsel yang secara terbuka menyatakan tidak memiliki niat provokasi.

Dilansir dari Independent, Minggu, 11 Januari 2026, ia memperingatkan bahwa setiap tindakan provokatif dapat berujung pada situasi yang sangat serius. Namun demikian, Kim menegaskan bahwa tanggung jawab atas pelanggaran wilayah udara tetap berada pada otoritas keamanan nasional Korea Selatan, terlepas dari apakah drone tersebut dioperasikan oleh individu sipil atau organisasi nonpemerintah.

Militer Korea Utara sebelumnya mengklaim bahwa drone diterbangkan dari Korea Selatan ke wilayah udara Korea Utara pada awal bulan ini, menyusul insiden serupa pada September lalu. Seoul menanggapi klaim tersebut dengan menyatakan bahwa drone yang dimaksud tidak dioperasikan oleh militer Korea Selatan.

“Yang jelas adalah drone dari Republik Korea telah melanggar wilayah udara negara kami,” ujar Kim Yo Jong, merujuk pada nama resmi Korea Selatan.

Seoul Janji Umumkan Hasil Investigasi

Kantor Keamanan Nasional Korsel menyatakan pada Minggu bahwa hasil penyelidikan terkait insiden drone akan diumumkan secepatnya. Pemerintah kembali menegaskan sikapnya yang tidak berniat memicu ketegangan dengan Korut.

Pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat ini tengah berupaya memperbaiki hubungan antar-Korea dan telah mengusulkan pembicaraan militer sebagai langkah membangun kepercayaan.

Namun hingga kini, Korea Utara belum menanggapi upaya dialog tersebut. Sejak akhir 2023, Pyongyang mendefinisikan hubungan Korea Utara dan Korea Selatan sebagai hubungan antara dua negara yang terpisah dan bersifat bermusuhan.

Baca juga:  Korea Utara Tuduh Korea Selatan Lakukan Pelanggaran Drone Baru, Seoul Membantah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)