Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Polres Tapanuli Selatan
Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Orang Meninggal
Lukman Diah Sari • 26 November 2025 20:44
Medan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, mencatat sebanyak 15 orang meninggal akibat bencana banjir dan longsor. Melansir Antara, berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 15 orang meninggal terdiri dari satu warga Kecamatan Sipirok, satu warga Angkola Barat, serta 13 warga Kecamatan Batangtoru.
Selain itu, sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi. Bencana banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin, 24 November 2025, yang mengakibatkan meluapnya sungai serta runtuhnya tebing di sejumlah titik.
“Curah hujan masih tinggi, sehingga evakuasi berlangsung dengan kehati-hatian. Sejumlah titik masih tergenang dan beberapa wilayah sulit dijangkau,” ucap Zulkarnaen, Rabu, 26 November 2025, melansir Antara.

Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Polres Tapanuli Selatan
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung mulai Selasa, 25 November 2025. Penetapan status tersebut dilakukan sambil menunggu proses finalisasi surat keputusan bupati.
Sementara itu, kebutuhan mendesak para pengungsi meliputi 3.000 paket sembako, 200 family kit, 200 kitchen kit, lima tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 500 kasur lipat dan selimut, serta lima unit perahu karet. Selain itu, petugas di lapangan juga membutuhkan 10 chainsaw dan 100 paket alat kebersihan untuk percepatan penanganan.