Tiongkok Kecam Serangan AS ke Venezuela, Tolak Keras Peran 'Polisi Dunia'

Menlu Tiongkok Wang Yi. (Anadolu Agency)

Tiongkok Kecam Serangan AS ke Venezuela, Tolak Keras Peran 'Polisi Dunia'

Willy Haryono • 5 January 2026 07:46

Beijing: Tiongkok melontarkan kecaman keras terhadap intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, dengan menilai operasi tersebut sebagai pelanggaran berbahaya terhadap norma internasional dan kedaulatan negara.

Dalam pernyataan pada Minggu, 4 Januari 2026, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengecam operasi yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seraya menegaskan bahwa Beijing “selalu menentang penggunaan atau ancaman kekuatan, serta pemaksaan kehendak satu negara terhadap negara lain.”

'Polisi Dunia'

Berbicara dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Beijing, Wang Yi menyampaikan kritik yang lebih luas terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

“Kami tidak pernah percaya bahwa ada negara yang dapat memainkan peran sebagai polisi dunia, maupun setuju bahwa ada negara yang dapat mengklaim dirinya sebagai hakim internasional,” ujarnya, dikutip dari Yeni Safak.

Wang Yi menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan seluruh negara harus dihormati dan dilindungi sepenuhnya. Wang juga memosisikan Tiongkok sebagai pendukung tatanan dunia multipolar, seraya menentang apa yang ia sebut sebagai “perundungan unilateral” di tengah situasi global yang semakin tidak stabil.

Sikap Resmi Tiongkok dan Tuntutan terhadap AS

Respons diplomatik Beijing dinilai konsisten dan tegas. Setelah operasi militer AS pada Sabtu, Tiongkok mengeluarkan dua pernyataan terpisah yang menyatakan “keterkejutan” dan “kecaman” atas tindakan tersebut.

Tiongkok kini secara resmi menuntut Washington segera membebaskan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba di Amerika Serikat.

Wang Yi menambahkan bahwa “perubahan situasi yang terjadi secara tiba-tiba di Venezuela telah menarik perhatian besar dari komunitas internasional,” mengisyaratkan bahwa Tiongkok memandang insiden ini sebagai peristiwa global yang berpotensi mengganggu stabilitas internasional dan membutuhkan pengawasan bersama.

Reaksi Internasional dan Sikap Hati-hati Pakistan

Pertemuan tersebut juga menyoroti reaksi negara lain. Pakistan, meskipun tidak mengeluarkan kecaman sekeras Tiongkok, menyatakan “keprihatinan” atas krisis yang berkembang di Venezuela.

Dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri, Islamabad menyerukan “penahanan diri dan deeskalasi,” serta menekankan “pentingnya kepatuhan terhadap prinsip Piagam PBB dan hukum internasional.”

Pakistan menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berfokus pada keselamatan warganya di Venezuela. Sikap vokal Tiongkok, disertai kritik dari sejumlah pihak lain, menempatkan aksi Amerika Serikat di bawah tekanan diplomatik yang signifikan dan sejalan dengan keprihatinan negara-negara besar lainnya, termasuk Turki, yang menegaskan prinsip kedaulatan dan non-intervensi.

Baca juga:  Nicolas Maduro Dijadwalkan Hadir di Pengadilan Federal AS Pekan Ini

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)