Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dok Metrotvnews.com
Kecurangan SNBT di Program Studi Kedokteran Pengaruhi Layanan Kesehatan Masa Depan
Gabriella Thesa Widiari • 26 May 2026 16:00
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat atau akrab disapa Rerie menyoroti praktik kecurangan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), khususnya pada program studi kedokteran. Menurutnya, hal ini menjadi alarm serius bagi sistem Pendidikan nasional.
“Praktik kecurangan dalam seleksi masuk ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mencederai kualitas layanan kesehatan di masa depan,” kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 26 Mei 2026.
Rerie menilai, kasus kecurangan SNBT, terlebih pada program studi kedokteran, harus menjadi momentum evaluasi fundamental terhadap sistem pendidikan nasional. Sanksi administratif dinilai tidak cukup menjawab, tetapi harus menyentuh agar budaya pendidikan.
Dia menekankan, profesi kedokteran tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik. Melainkan juga tanggung jawab moral, kejujuran, dan komitmen terhadap keselamatan manusia.
"Karena itu, proses menuju profesi dokter harus bersih sejak awal. Kita tidak boleh membiarkan profesi yang sangat mulia ini dimasuki melalui cara-cara yang mencederai nilai kejujuran," ujarnya.
Rerie mendorong pemerintah untuk merevisi tata kelola seleksi sekaligus memperbaiki ekosistem pendidikan secara menyeluruh, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Paxels.
Ia menilai, penguatan pengawasan teknologi dalam ujian memang penting, tetapi tidak cukup. Sistem pendidikan harus membangun budaya integritas dari hulu: di ruang kelas, dalam proses evaluasi belajar, dalam relasi guru dan murid, serta dalam cara sekolah dan keluarga memaknai keberhasilan.
“Kita tidak bisa hanya berharap pada metal detector, kamera pengawas, atau hukuman setelah pelanggaran terjadi. Yang harus dibangun adalah sistem pendidikan yang sejak awal menanamkan bahwa kejujuran adalah bagian dari kecerdasan,” tegas Rerie.
Sebelumnya, temuan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mengungkap bahwa hampir 99% kasus kecurangan SNBT 2026 terjadi pada program studi kedokteran.