Swedia. Foto: Pexels
Daftar 10 Negara Terhijau di Dunia, Swedia Peringkat Pertama
Muhamad Marup • 25 August 2026 23:06
Jakarta: Sejumlah negara terus mengembangkan berbagai kebijakan pelestarian lingkungan dan pengurangan dampak perubahan iklim. Penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga perlindungan sumber daya alam jadi cara mewujudkan kebijakan tersebut.
Langkah menjaga lingkungan juga mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penggunaan transportasi ramah lingkungan, sistem daur ulang, serta penghematan energi menjadi bagian dari upaya tersebut.
Keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sejumlah negara bahkan memasukkan keberlanjutan sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang.
Berbagai upaya tersebut membuat sejumlah negara dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan. Mengutip dari Sustainability Magazine, berikut 10 negara terhijau di dunia yang diurutkan dari peringkat pertama hingga kesepuluh.
10 Negara Terhijau di Dunia
1. Swedia
Swedia menjadi negara paling berkelanjutan dalam daftar ini dengan penggunaan energi terbarukan yang tinggi dan emisi karbon yang rendah. Lebih dari setengah konsumsi energinya berasal dari sumber terbarukan.Swedia menargetkan pengurangan emisi sebesar 85 hingga 100 persen pada 2045. Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan bus listrik, jalan pintar, pertanian perkotaan, bank makanan, sistem daur ulang, kesetaraan gender, dan penyediaan perumahan bagi kelompok rentan.
2. Swiss
Swiss memiliki sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan dengan mengubah rata-rata 100.000 ton limbah menjadi energi setiap tahun. Instalasi pengolahan air limbahnya juga mampu membersihkan sekitar 90 juta liter air setiap hari.Pada 2050, Swiss menargetkan penggunaan 100 persen energi terbarukan. Negara ini juga berencana memulihkan hingga 50 persen lautan dan mencapai kondisi netral karbon.
3. Norwegia
Norwegia menargetkan kondisi netral karbon pada 2030, atau sekitar 20 tahun lebih cepat dibandingkan target banyak negara lainnya. Negara ini juga memiliki sistem daur ulang yang mencakup pengomposan.Sebagian besar kebutuhan energi Norwegia berasal dari tenaga air. Negara ini juga mengalokasikan dana untuk penelitian dan upaya membersihkan laut dari pencemaran.
4. Jepang
Jepang menargetkan 50 persen mobil baru yang diproduksi dalam 10 tahun ke depan merupakan kendaraan bebas emisi. Penggunaan mobil hibrida dan listrik diharapkan dapat membantu mengurangi polusi dan dampak perubahan iklim.Sejumlah kota besar di Jepang juga menargetkan bebas emisi karbon 100 persen pada 2050. Sistem daur ulangnya mencakup sekitar 10 kategori barang yang dapat didaur ulang.

Jepang. Foto: Pexels
5. Finlandia
Finlandia berencana mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hingga 50 persen dalam 10 tahun ke depan. Penggunaan batu bara pada generator juga telah dilarang sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi.Sekitar 70 persen wilayah Finlandia merupakan kawasan hutan dan sebagian besar di antaranya dilindungi. Sejumlah sungai dan danau yang sebelumnya tercemar juga telah dipulihkan.
6. Denmark
Denmark terus memperkuat penggunaan energi bersih dan kebijakan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan. Negara ini dikenal memiliki komitmen dalam pengembangan energi terbarukan dan transportasi yang lebih ramah lingkungan.7. Selandia Baru
Selandia Baru telah mengesahkan aturan untuk mencapai target nol emisi bersih pada 2050. Negara ini juga memiliki sistem pertanian yang dinilai berkelanjutan.Masyarakat turut mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan penggunaan produk ramah lingkungan. Sistem transportasi umum juga terus dikembangkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
8. Jerman
Jerman mengembangkan keberlanjutan melalui sektor industri dengan mendorong perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial dan mengurangi emisi karbon. Negara ini menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 55 persen pada 2030.Jerman juga terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Selain itu, negara ini memiliki program daur ulang yang kuat.
9. Kanada
Kanada menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030. Negara ini juga terus melakukan penelitian mengenai solusi energi dan pola hidup berkelanjutan. Upaya keberlanjutan turut mencakup aspek sosial melalui penurunan kemiskinan dan dorongan terhadap kesetaraan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Kanada membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.10. Belanda
Belanda terus mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan. Negara ini menempati peringkat ke-18 dalam kualitas udara dan peringkat ke-9 dalam sanitasi air.Belanda juga memiliki banyak penyedia energi terbarukan dan sejumlah inovasi ramah lingkungan. Program bersepeda untuk mengurangi penggunaan mobil serta halte bus bertenaga panel surya menjadi beberapa contohnya.
Itu dia 10 negara yang terus mendorong berbagai langkah untuk menjaga lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. Berbagai kebijakan tersebut menjadi upaya untuk menjaga alam sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan.
(Angel Rinella)