Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas AM Djiwandono. Foto: Metro TV/Rona Marina Nisaasari.
BI: Inovasi Wirausaha Muda Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
Husen Miftahudin • 23 August 2026 10:35
Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas AM Djiwandono menilai inovasi dan kreativitas wirausaha muda menjadi faktor penting untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, terutama pada sektor berbasis keterampilan dan budaya seperti wastra dan kriya.
"Regenerasi tidak cukup sekadar melanjutkan. Generasi muda harus mampu memperbarui dan membawa usaha naik kelas dengan kreativitas, teknologi, digitalisasi, penguatan brand, serta kemampuan membaca pasar," kata Thomas dalam sambutannya pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Thomas, banyak UMKM, khususnya yang bergerak di sektor wastra dan kriya, berkembang dari pengalaman dan keterampilan yang diwariskan selama bertahun-tahun.
Karena itu, regenerasi UMKM tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pengembangan warisan tersebut menjadi sumber nilai ekonomi baru.
Generasi muda dorong transformasi UMKM
Thomas mengatakan generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan regenerasi UMKM. Pemanfaatan teknologi, digitalisasi, kreativitas, dan penguatan merek dapat membuat produk berbasis budaya lebih relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah.
"Wastra, kriya, dan berbagai produk berbasis budaya Indonesia memiliki kekuatan pada autentisitasnya. Di tengah generasi muda, kekuatan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang semakin relevan, memiliki nilai tambah lebih tinggi, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ujar dia.
Menurut Thomas, peluang tersebut semakin besar karena generasi Z dan milenial mencakup hampir separuh populasi Indonesia. Kedua kelompok generasi tersebut juga tumbuh berdekatan dengan teknologi, media sosial, dan ekonomi digital serta memiliki kecenderungan semakin bangga menggunakan produk lokal.
“Karena itu, kita perlu mendorong generasi muda bukan hanya menjadi konsumen produk kreatif Indonesia, tetapi juga menjadi pencipta karya, inovator, dan wirausaha baru,” kata Thomas.

(UMKM. Foto: dok Metrotvnews.com)
UMKM berkontribusi besar bagi ekonomi
Thomas menilai regenerasi UMKM penting mengingat sektor tersebut memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. UMKM tercatat berkontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja.
Besarnya kontribusi tersebut membuat penguatan kapasitas dan daya saing UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan usaha dan kerja.
Untuk mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas, BI terus melakukan pengembangan melalui perluasan akses pasar dan pembiayaan, digitalisasi, serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Thomas mengatakan KKI menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan akses pasar, pembiayaan, teknologi, serta mitra strategis. Melalui dukungan tersebut, BI berharap semakin banyak UMKM, termasuk yang dikelola generasi muda, mampu meningkatkan skala usaha, memperkuat daya saing, dan memperluas pasar hingga tingkat global.