Karhutla di 6 Desa Muara Enim Padam, 5,5 Hektare Lahan Hangus

Tim Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan di Desa Suka Dana, Kabupaten Muara Enim, Sabtu. ANTARA/HO-BPBD Muara Enim

Karhutla di 6 Desa Muara Enim Padam, 5,5 Hektare Lahan Hangus

Lukman Diah Sari • 22 August 2026 14:07

Muara Enim: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, berhasil dipadamkan oleh Tim Satgas Karhutla guna mencegah api menyebar luas. Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan peristiwa karhutla tersebut terjadi sejak Jumat siang, 21 Agustus 2026.

Adapun enam desa yang dilanda karhutla akibat musim kemarau panjang tersebut tersebar di tiga kecamatan, meliputi:

  • Kecamatan Gelumbang: Desa Segayam dan Desa Sigam.

  • Kecamatan Sungai Rotan: Desa Danau Baru, Suka Cinta, dan Suka Dana.

  • Kecamatan Gunung Megang: Desa Tanjung Terang.

"Area yang terbakar di enam titik lokasi ini rata-rata merupakan lahan mineral dan semak belukar dengan luas mencapai 5,5 hektare," ujarnya di Muara Enim, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam upaya pemadaman, BPBD Muara Enim menyebar tim ke enam titik panas (hotspot) agar kobaran api tidak merambat ke permukiman warga. Pihaknya juga meminta bantuan personel Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar untuk berjibaku menjinakkan si jago merah.


Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: ANTARA/HO-Manggala Agni.

Pemadaman jalur darat dilakukan dengan mengerahkan armada dan peralatan memadai, mulai dari mobil tangki penyuplai air, truk pemadam kebakaran, mesin jinjing, hingga selang machino. Selain itu, BPBD Muara Enim turut meminta bantuan helikopter water bombing dari BPBD Sumsel guna memadamkan titik hotspot yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

"Hingga pagi ini, seluruh titik hotspot di enam desa tersebut sudah padam total. Saat ini, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu karhutla," tutupnya.

(Lukman Diah Sari)