Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis logistik program Masjid Ramah Pemudik kepada pengurus masjid, Selasa, 17 Maret 2026. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
48 Masjid di Banyuwangi Jadi Tempat Singgah Ramah Pemudik
Silvana Febiari • 17 March 2026 22:59
Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat menyediakan 48 Masjid Ramah Pemudik di berbagai lokasi. Fasilitas ini tersebar di ruas jalan nasional dan jalur pemudik selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Dengan adanya masjid ramah pemudik (musafir), dapat memberikan kenyamanan terhadap pemudik yang melintasi jalan setelah menempuh perjalanan jauh, dan pemudik bisa singgah salat dan beristirahat sejenak," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meresmikan Masjid Ramah Pemudik di Masjid Al Huda Kecamatan Kalipuro di Banyuwangi, dilansir dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menyampaikan bahwa puluhan Masjid Ramah Pemudik di Banyuwangi tersebar di jalur utara, tengah, dan selatan, serta dekat lokasi wisata. Sebanyak 13 masjid di antaranya berada di jalur utama dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru.
Dalam program ini, kata dia, masjid yang terlibat akan dibuka selama 24 jam. Masjid juga menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, seperti area istirahat, tempat ibadah, toilet bersih, air bersih, serta pengamanan di lingkungan masjid dan area parkir.
Selain itu, tersedia juga ruang layanan kesehatan, fasilitas pijat gratis di titik tertentu, serta penyediaan air minum dan makanan ringan. "Fasilitas tersebut diharapkan membantu pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan jarak jauh," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan secara simbolis logistik program Masjid Ramah Pemudik kepada pengurus masjid, Selasa, 17 Maret 2026. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi
Menurutnya, program ini sebenarnya implementasi dari apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Masjid memiliki fungsi pelayanan sosial yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat, di mana masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas.
"Masjid memang center, sebagaimana yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW masjid tidak hanya digunakan untuk shalat lima waktu, namun juga untuk berdiskusi dengan para sahabat, berkonsultasi dan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Ipuk.