Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo Tegaskan Siap Keluar dari BoP Jika Tak Menguntungkan Kepentingan Nasional
Kautsar Widya Prabowo • 19 March 2026 20:45
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia siap keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian jika dinilai tidak memberikan manfaat bagi kepentingan nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 19 Maret 2026.
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula saat dirinya menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September. Dalam pidato tersebut, ia menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina serta mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beberapa jam setelah pidato tersebut, Prabowo bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim—yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir—diundang oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah pertemuan.
Dalam pertemuan itu, Trump disebut meminta dukungan terhadap 21-point plan, sebuah proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Rincian proposal tersebut dipaparkan oleh utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff.

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Bord of Peace (BoP). Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, sejumlah poin dalam proposal tersebut, khususnya poin 19 dan 20, dinilai membuka peluang bagi kemerdekaan Palestina, meskipun masih terbatas.
“Jadi kita lihat ini ada peluang walaupun sedikit. Akhirnya, kita berdelapan diskusi, kita dukung ini atau tidak. Dalam lobi-lobi, kita sepakat untuk mendukung,” kata Prabowo.