Sepekan, Aliran Modal Asing Rp7,71 Triliun Keluar dari RI

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Sepekan, Aliran Modal Asing Rp7,71 Triliun Keluar dari RI

Eko Nordiansyah • 16 January 2026 09:35

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar ke Indonesia sebesar Rp7,71 triliun. Hal ini berdasarkan data transaksi pada 12-14 Januari 2026, dimana nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan jual neto.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, aliran modal keluar terdiri dari jual neto sebesar Rp8,15 triliun di pasar SBN dan Rp2,64 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp3,08 triliun di pasar saham.

"Selama tahun 2026, berdasarkan data setelmen sampai dengan 14 Januari 2026, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp5,33 triliun di SRBI dan Rp6,16 triliun di pasar saham, serta jual neto sebesar Rp9,91 triliun di pasar SBN," kata dia dalam keterangan dilansir di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
 
Ia mengungkapkan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Sementara itu, premi Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun per 14 Januari 2026 sebesar 71,43 basis poin (bps). Angka ini naik dibanding dengan 9 Januari 2026 sebesar 69,31 bps.

Pergerakan rupiah

Adapun rupiah ditutup di level Rp16.855 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 14 Januari 2026. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,21 persen. Indeks Dolar (DXY) melemah ke level 99,06, sedangkan Yield US Treasury (UST) Note 10 tahun turun ke level 4,132 persen.

Pada Jumat pagi, 15 Januari 2026, rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.840 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun naik ke 6,23 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)