Presiden Ungkap Keberhasilan Program Pemerintah dari Efisiensi Anggaran di WEF 2026

Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum 2026. Foto: YouTube WEF

Presiden Ungkap Keberhasilan Program Pemerintah dari Efisiensi Anggaran di WEF 2026

Fajar Nugraha • 23 January 2026 00:17

Davos: Presiden Prabowo Subianto memaparkan capaian awal pemerintahannya dalam pidato di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. Prabowo menegaskan bahwa reformasi tata kelola pemerintahan dan efisiensi anggaran menjadi fondasi keberhasilan berbagai program strategis nasional.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, pelaku usaha global, dan pemangku kepentingan internasional, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintahannya kini dijalankan dengan pengawasan ketat serta kepemimpinan yang berorientasi pada hasil.

“Mulai dari program sosial, pengelolaan sumber daya alam, hingga upaya mencapai swasembada pangan dan energi, semuanya kini disertai pengawasan yang kuat dan kepemimpinan yang cakap,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan bahwa dalam dua bulan pertama masa pemerintahannya, pemerintah melakukan efisiensi besar-besaran terhadap anggaran negara. Melalui penghentian program yang dinilai tidak efektif dan meragukan, pemerintah berhasil menghemat sekitar 18 miliar dolar AS.

Dana hasil efisiensi tersebut kemudian dialihkan ke proyek-proyek prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu hasil konkret dari kebijakan tersebut adalah peluncuran Program Makan Bergizi Gratis pada 6 Januari 2025. Program ini menyasar kelompok rentan, mulai dari ibu hamil dan menyusui, bayi, seluruh anak Indonesia, hingga lansia yang tinggal sendiri.

Pada tahap awal, program ini dijalankan melalui 190 dapur yang memproduksi sekitar 570 ribu porsi makanan per hari. Dalam waktu satu tahun, jumlah dapur meningkat signifikan menjadi 21.102 unit yang melayani seluruh wilayah Indonesia.

“Hingga tadi malam, kami telah memproduksi 59,8 juta makanan setiap hari untuk anak-anak, ibu, dan lansia di seluruh negeri,” kata Prabowo.

Presiden menyebut, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, kapasitas produksi program ini diperkirakan mencapai 68 juta porsi per hari, melampaui jumlah makanan yang diproduksi jaringan restoran cepat saji global McDonald’s.

Tahun ini, pemerintah menargetkan distribusi hingga 82,9 juta porsi makanan per hari. Seluruh anak Indonesia, sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun, menjadi penerima manfaat program tersebut. Untuk ibu hamil, menyusui, serta lansia yang tinggal sendiri, makanan diantarkan langsung ke rumah.

Selain berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Lebih dari 61 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perusahaan besar terlibat dalam rantai pasok program ini.

Pemerintah mencatat, lebih dari 600 ribu lapangan kerja telah tercipta dari operasional dapur-dapur tersebut. Pada puncaknya, Prabowo optimistis jumlah lapangan kerja langsung dapat mencapai 1,5 juta orang, dengan lebih dari satu juta mata pencaharian turut terdongkrak melalui sektor pemasok dan vendor.

“Inilah sebabnya saya yakin pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai angka yang mengesankan,” tutup Presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)