Menkraf: Pipilaka Calling Edukatif dan Layak untuk Anak-anak

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Istimewa

Menkraf: Pipilaka Calling Edukatif dan Layak untuk Anak-anak

Al Abrar • 22 January 2026 12:18

Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengunjungi pameran Pipilaka Calling di Sarinah, Jakarta Pusat. Pameran ini menampilkan kekuatan Intellectual Property (IP) lokal yang dipadukan dengan teknologi imersif serta pesan sosial dan lingkungan lintas generasi.

Teuku Riefky menyampaikan apresiasinya terhadap konsep Pipilaka Calling yang menggabungkan seni, teknologi, dan nilai edukatif secara menyenangkan, khususnya bagi anak-anak.

“Saya sangat kagum mengunjungi Pipilaka Calling sebagai art exhibition IP Pipilaka yang digabungkan dengan teknologi dan pesan-pesan moral lintas generasi. Ini sangat saya rekomendasikan untuk anak-anak Indonesia karena menyajikan pengalaman imersif yang edukatif dan menghibur,” ujar Teuku Riefky saat meninjau pameran di Lantai 5 Sarinah, Rabu, 21 Januari 2026.

Pipilaka Calling menghadirkan lima ruang pamer interaktif dan edukatif yang mengajak pengunjung masuk ke dunia Pipilaka. Karakter-karakter IP Pipilaka berperan sebagai storyteller untuk mengajak audiens merefleksikan berbagai isu sosial dan lingkungan secara partisipatif.
 


Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menilai pameran ini menjadi contoh pemanfaatan ruang publik yang ramah keluarga dan terintegrasi dengan transportasi umum.

“Di Sarinah ada ruang imersif tempat pengunjung bisa menari, bernyanyi, dan berfoto bersama karakter Pipilaka. Seluruh wahana dirancang fun dan mudah diakses karena dekat dengan MRT dan TransJakarta,” kata Irene.

Pameran Pipilaka Calling telah berlangsung sejak 15 Desember 2025 dan akan dibuka untuk umum hingga Sabtu, 8 Maret 2026, setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB. Selain pengalaman imersif, pengunjung juga dapat menikmati konser Pipilaka, aktivitas mewarnai, interaksi di Hutan Pipilaka, serta membeli beragam merchandise resmi IP Pipilaka.

Founder Pipilaka Foundation, Wahyadi Liem, menjelaskan Pipilaka berarti semut yang merepresentasikan filosofi gotong royong dan kepedulian lingkungan.

“Pipilaka bukan sekadar hiburan, tetapi membawa pesan positif tentang merawat lingkungan. Sarinah kami pilih karena merupakan bangunan bersejarah, family friendly, dan mudah dijangkau transportasi publik,” ujarnya.

Sebelumnya, instalasi Pipilaka telah hadir di JNM Bloc Yogyakarta dan Taman Mini Indonesia Indah. Co-founder Pipilaka Foundation, Eno Sigit, berharap dukungan Kemenkraf dapat membuka peluang kolaborasi dan perluasan showcase Pipilaka ke berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran Kemenkraf dalam pameran ini merupakan tindak lanjut audiensi pada Kamis, 6 Maret 2025, sebagai upaya mendorong pengembangan IP lokal agar mampu bersaing dan diterima secara global melalui pemanfaatan teknologi kreatif.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenkraf Dadam Mahdar, Treasure General Pipilaka Foundation Putri Intan Sari, serta Deputy Secretary General Pipilaka Foundation Astrid Intan Sari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)