BNPB: 3 Provinsi Terendam Banjir, Ribuan Rumah Terdampak

BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah menuju lokasi terdampak guna mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan pada Senin (18/5). Sumber: BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah

BNPB: 3 Provinsi Terendam Banjir, Ribuan Rumah Terdampak

Lukman Diah Sari • 19 May 2026 13:20

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam 24 jam terakhir memicu bencana banjir di tiga provinsi, yakni Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bahwa banjir tersebut mengakibatkan ribuan rumah serta fasilitas publik terendam, hingga memaksa sebagian warga mengungsi.

"Banjir melanda Desa Tuladenggi Pantai, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Senin, 18 Mei 2026. Bencana ini berdampak pada 66 warga serta merendam 66 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum," kata Abdul, melansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.


Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada Senin (18/5). Sumber foto: BPBD Kabupaten Tapin.

Sementara itu, banjir cukup besar melanda Kalimantan Selatan, yang tersebar di dua wilayah yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dia menyebut sebanyak 55 unit rumah di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, terendam banjir, dan berdampak pada 589 jiwa.

"Kemudian di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, luapan air merendam tiga kecamatan, dengan dampak kerusakan mencapai 2.489 rumah warga, 12 unit fasilitas ibadah, 13 unit fasilitas pendidikan, dan 15 unit perkantoran, dengan tinggi muka air berkisar antara 10-60 sentimeter," ungkap dia.

Sementara di Pulau Jawa, banjir melanda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akibat meluapnya air sungai ke permukiman warga di empat wilayah kecamatan. Tercatat sebanyak 1.363 unit rumah terendam dan berdampak pada 5.139 jiwa, dengan 30 warga di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

"Kondisi terkini di Parigi Moutong dan Cirebon dilaporkan banjir sudah mulai berangsur surut. Namun, petugas BPBD di masing-masing daerah terus bersiaga untuk melakukan penanganan darurat, kaji cepat, serta evakuasi warga ke tempat yang aman," kata Abdul.

Menyikapi masih tingginya curah hujan, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air dan segera melakukan evakuasi mandiri ke jalur yang aman, jika hujan lebat terjadi dalam durasi yang lama.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)