Bali Disebut Jadi Contoh Sukses Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Parade ogoh-ogoh dalam rangka Denpasar Festival beberapa waktu lalu di Patung Catur Muka-Titik Nol Kota Denpasar, Bali. ANTARA/HO-Humas Pemkot Denpasar

Bali Disebut Jadi Contoh Sukses Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Deny Irwanto • 24 May 2026 06:28

Jakarta: Pengembangan sektor pariwisata yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat daerah menjadi salah satu perhatian dalam debat kedua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Bali.

Dalam debat tersebut, Caketum Nomor Urut 1, Reynaldo Bryan, menilai sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Sektor ini tidak hanya menjadi penghasil devisa utama, tetapi juga secara langsung menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memicu percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,” kata Reynaldo saat debat di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Reynaldo, sektor pariwisata saat ini memiliki dampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, sektor kuliner, penginapan, hingga ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.


Parade ogoh-ogoh dalam rangka Denpasar Festival beberapa waktu lalu di Patung Catur Muka-Titik Nol Kota Denpasar, Bali. ANTARA/HO-Humas Pemkot Denpasar

“Tahun 2025 sektor pariwisata kita mencatat rekor gemilang dengan kunjungan sekitar 15,39 juta wisatawan mancanegara,” jelasnya.

Ia menjelaskan pada 2025 sektor pariwisata juga telah menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja dan berkontribusi sekitar 4 hingga 4,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Meski demikian, Reynaldo menilai pengembangan sektor pariwisata ke depan perlu dilakukan secara lebih merata dan tidak hanya terpusat di Jawa maupun Bali. Menurut dia, banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata besar dan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita perlu belajar dari Jepang, mereka berhasil melakukan diversifikasi sehingga pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota utama, melainkan terdistribusi ke seluruh daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Jepang dinilai berhasil mengembangkan sektor pariwisata melalui penguatan budaya lokal, pemberdayaan UMKM daerah, digitalisasi layanan wisata, serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.


Debat kedua Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII HIPMI di Bali. Dokumentasi/ istimewa.

Dalam forum tersebut, Reynaldo juga menyebut Bali sebagai contoh daerah yang berhasil mengembangkan sektor pariwisata hingga memberi dampak luas bagi masyarakat.

“Bali adalah contoh hilirisasi sektor pariwisata yang berhasil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar tetapi juga bisa mendongkrak pendapatan para UMKM, mulai dari kuliner, homestay, hingga penjual souvenir dan oleh-oleh lokal,” ujar Reynaldo.

Menurut dia, keberhasilan Bali menunjukkan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan pelaku usaha lokal.

Reynaldo pun berkomitmen mendorong HIPMI menjadi bagian dari pengembangan sektor pariwisata nasional apabila dirinya terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI.

Dengan jejaring pengusaha muda yang dimiliki HIPMI, ia berharap organisasi tersebut dapat ikut memperkuat pariwisata Indonesia yang modern, inklusif, berkelanjutan, serta mampu membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat daerah.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)