Aparat Polres Ternate melakukan pengamanan di salah satu gereja yang melaksanakan ibadah Paskah 2026, di Ternate, Maluku Utara, Minggu, 5 April 2026. ANTARA/Abdul Fatah
Polres Ternate Intensifkan Pengamanan Ibadah Paskah di Gereja
Silvana Febiari • 5 April 2026 15:30
Ternate: Polres Ternate, Maluku Utara (Malut) mengintensifkan pengamanan di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah Ternate. Langkah ini dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Nasrani yang melaksanakan ibadah Paskah.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menjelaskan pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
"Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya umat Nasrani yang sedang melaksanakan ibadah Paskah agar dapat beribadah dengan tenang, nyaman, dan khidmat," ujarnya, dilansir dari Antara, Minggu, 5 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, personel Polres Ternate melakukan sterilisasi lokasi sebelum ibadah dimulai. Mereka juga memberikan pengamanan kepada jemaat sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar gereja dan tempat ibadah.
Selain itu, polisi juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain tidak meninggalkan rumah kosong, mematikan instalasi listrik yang tidak digunakan, dan memastikan rumah terkunci saat ditinggalkan.
Untuk memaksimalkan pengamanan, personel Polres Ternate dan jajaran Polsek ditempatkan di setiap titik gereja yang melaksanakan ibadah Paskah di wilayah Kota Ternate. Selama pelaksanaan ibadah berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Ternate terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Menurut dia, dengan pengamanan yang dilakukan, umat Nasrani di Kota Ternate diharapkan dapat menjalankan ibadah Paskah dengan khidmat. Pengamanan ini juga bertujuan agar ibadah berlangsung aman dan penuh rasa nyaman.

Ilustrasi. Freepik
Sebelumnya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat agar berhenti menyebarkan informasi mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ajakan ini guna menjaga keamanan serta memperkuat kerukunan di Kota Ternate dengan bijak bermedia sosial (medsos).
"Setiap warga diharapkan mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak dengan selalu melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang mengandung unsur SARA," ungkapnya.
Dalam era digital saat ini, Kapolres Ternate, arus informasi melalui media sosial sangat cepat sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara bijak. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih selektif dalam menerima maupun membagikan informasi, terutama yang berpotensi memicu konflik dan perpecahan.