Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Turun 12 Persen

Balai UPT Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian Cisadane di Pintu Air 10, Kota Tangerang. (metrotvnews.com/Hendrik S)

Kemarau, Debit Air Sungai Cisadane Tangerang Turun 12 Persen

Hendrik Simorangkir • 16 July 2026 12:06

Tangerang: Debit air Sungai Cisadane di Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, mengalami penurunan hingga 12 persen memasuki puncak musim kemarau 2026. Saat ini, beberapa pintu bendungan ditutup untuk menjaga ketersediaan air baku bagi masyarakat.

Kepala Balai UPT Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan, pihaknya telah menutup seluruh pintu Bendung Pasar Baru. Upaya ini agar tinggi muka air di bagian hulu tetap terjaga, sehingga pasokan air ke instalasi pengolahan air serta kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi.

"Selain menutup seluruh pintu bendung, kami juga berkoordinasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) untuk melakukan normalisasi atau dredging di area intake. Normalisasi dilakukan agar pengambilan air baku tetap berjalan maksimal sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi," ujar Didik, Kamis, 16 Juli 2026.

Didik menuturkan, penurunan debit air yang terjadi saat ini memang fenomena yang selalu dihadapi setiap musim kemarau. Namun, menurut dia, kondisi tahun ini dinilai lebih ekstrem akibat curah hujan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kondisi tahun ini lebih ekstrem, karena curah hujan lebih rendah, sehingga debit Sungai Cisadane mengalami penurunan sekitar 12 persen," kata Didik. 

Balai UPT Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian Cisadane di Pintu Air 10, Kota Tangerang. (metrotvnews.com/Hendrik S)

Dia menambahkan, bila kondisi kekeringan semakin ekstrem, pihaknya akan menyiapkan langkah antisipasi agar pasokan air baku, kebutuhan irigasi, serta fungsi pengendalian banjir tetap berjalan dengan baik.

"Hingga saat ini pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat maupun irigasi pertanian masih dalam kondisi aman. Tapi kami terus melakukan pemantauan debit air secara berkala selama musim kemarau ini," jelas Didik. 

Didik mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Hal tersebut sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan sumber daya air hingga musim penghujan tiba.

(Lukman Diah Sari)