3.091 Haji Asal Riau Sudah Kembali ke Tanah Air

lustrasi Jamaah Haji Kloter Pertama Provinsi Riau Tiba Kembali di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. ANTARA/HO-Angkasa Pura

3.091 Haji Asal Riau Sudah Kembali ke Tanah Air

Whisnu Mardiansyah • 12 June 2026 13:36

Pekanbaru: Sebanyak 3.091 jemaah haji asal Provinsi Riau telah kembali ke Tanah Air melalui tujuh kelompok terbang (kloter) hingga Kamis, 11 Juni 2026. Sebagian besar dari mereka sudah berkumpul kembali bersama keluarga di daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji Riau berjalan lancar. Belum ada kendala berarti yang menghambat proses kepulangan mereka ke tanah air,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia mengatakan dari 3.091 orang yang telah kembali ke Indonesia, terdiri atas 3.046 jemaah haji reguler, 14 Petugas Haji Daerah (PHD), tiga pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter.

Dia menjelaskan beberapa orang jemaah sempat menjalani proses tanazul atau penyesuaian kelompok keberangkatan. Akan tetapi, kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik dan tidak memengaruhi kelancaran pemulangan secara keseluruhan.
 


“Memang ada beberapa orang jemaah yang mengalami tanazul, tetapi semuanya dapat diakomodasi dengan baik. Proses pemulangan tetap berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Defizon optimistis proses pemulangan jemaah haji asal Riau akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kloter terakhir jemaah haji Riau dijadwalkan meninggalkan Arab Saudi pada akhir Juni 2026 dan tiba di Batam sehari setelahnya.

"Insyaallah seluruh rangkaian pemulangan dapat berjalan lancar hingga akhir,” ujarnya.


Ilustrasi pelepasan haji di Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru menuju Embarkasi Haji Batam Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Bandara SSK II Pekanbaru

Lebih lanjut, ia mengatakan Kementerian Haji dan Umrah juga mulai melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan dan pendampingan jemaah.

"Langkah ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang. Kami ingin penyelenggaraan ibadah haji semakin baik, nyaman, aman, dan memberikan kepuasan bagi seluruh jemaah Indonesia," tuturnya.

(Whisnu M)