Ilustrasi freepik
Tata Cara dan Aturan Puasa Qadha Ramadan
Putri Purnama Sari • 5 February 2026 19:52
Jakarta: Dalam ajaran Islam, setiap muslim yang meninggalkan puasa di bulan Ramadan memiliki kewajiban untuk menggantinya di hari lain. Kewajiban mengganti puasa tersebut dikenal dengan istilah qadha puasa.
Oleh karena itu, bagi seseorang yang berniat mengganti puasa Ramadan, penting untuk memahami niat puasa qadha serta tata cara pelaksanaannya agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima.
Pentingnya Niat dalam Puasa Qadha
Niat merupakan rukun utama dalam ibadah puasa, termasuk puasa qadha. Pemahaman tentang niat mengganti puasa Ramadan sangat penting agar pelaksanaannya berjalan dengan benar.Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan secara penuh, seperti sakit, perjalanan jauh (musafir), atau kondisi tertentu yang dibolehkan dalam syariat Islam.
Bagi mereka yang masih mampu berpuasa, qadha puasa menjadi wajib dan harus dilakukan setelah bulan Ramadan berakhir.
Niat dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha
.jpg)
Ilustrasi MTVN
Berikut niat dan tata cara melaksanakan puasa qadha Ramadan:
1. Mengucapkan niat di malam hari atau saat sahur, dengan bacaan:
“Nawaitu souma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku niat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”
2. Mengqadha puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Jika lupa jumlah puasa yang belum ditunaikan, dianjurkan mengambil jumlah hari terbanyak sebagai bentuk kehati-hatian.
3. Memperbanyak amal ibadah selama menjalankan puasa qadha, seperti berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan melakukan aktivitas positif lainnya.
4. Membaca doa berbuka puasa saat waktu berbuka tiba sebelum makan dan minum, dengan bacaan:
“Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthartu dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah.”
Ketentuan Fidyah bagi yang Tidak Mampu Qadha
Dalam beberapa kondisi tertentu, seseorang benar-benar tidak mampu mengqadha puasa. Dalam keadaan ini, Islam memberikan keringanan dengan membayar fidyah sebagai gantinya. Kondisi tersebut antara lain:- Orang tua lanjut usia yang tidak mampu berpuasa
- Penderita penyakit berat yang tidak memungkinkan untuk berpuasa
- Wanita hamil atau menyusui dengan kondisi tertentu
Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadan
Batas waktu untuk mengganti puasa Ramadan adalah hingga datangnya Ramadan berikutnya. Jika seseorang belum mengganti puasanya hingga Ramadan selanjutnya tanpa alasan yang dibenarkan, maka ia tetap wajib mengqadha puasa dan membayar fidyah.(Jessica Nur Faddilah)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com