Beda Arti Masya Allah dan Subhanallah, Jangan Sampai Keliru Mengucapkannya

Ilustrasi pexels

Beda Arti Masya Allah dan Subhanallah, Jangan Sampai Keliru Mengucapkannya

Putri Purnama Sari • 5 July 2026 12:12

Jakarta: Ungkapan Masya Allah dan Subhanallah sudah tidak asing di kalangan umat Islam. Kedua kalimat ini sering diucapkan dalam berbagai situasi, mulai dari saat melihat sesuatu yang indah hingga ketika merasa takjub terhadap kebesaran Allah SWT.

Meski sama-sama termasuk zikir yang dianjurkan dalam Islam, masih banyak orang yang menganggap Masya Allah dan Subhanallah memiliki arti yang sama. Padahal, keduanya memiliki makna dan penggunaan yang berbeda.

Lantas, apa beda arti Masya Allah dan Subhanallah? Simak penjelasannya berikut ini.

Arti Masya Allah

Masya Allah secara harfiah berarti "Apa yang Allah kehendaki telah terjadi" atau "Inilah yang dikehendaki Allah."

Kalimat ini diucapkan sebagai bentuk pengakuan bahwa segala nikmat, keindahan, keberhasilan, atau hal yang mengagumkan terjadi atas kehendak Allah SWT.

Ucapan Masya Allah juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa agar nikmat tersebut mendapat keberkahan dan terhindar dari rasa iri maupun hasad.

Contoh penggunaannya antara lain:
  • Melihat anak yang tumbuh sehat dan cerdas.
  • Mengagumi pemandangan alam yang indah.
  • Melihat seseorang berhasil meraih prestasi.
  • Mengapresiasi rumah, kendaraan, atau karya yang bagus.
 

Arti Subhanallah

Subhanallah berarti "Mahasuci Allah." Kalimat tasbih ini diucapkan sebagai bentuk pengagungan sekaligus penyucian kepada Allah SWT dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.

Dalam buku Seri Kalimat Thayyibah: Subhanallah karya Ririn Astutiningrum (2018), dijelaskan bahwa umat Islam dianjurkan mengucapkan Subhanallah ketika menyaksikan sesuatu yang buruk atau tidak pantas. Ucapan tersebut menjadi bentuk pengakuan bahwa Allah Mahasuci dan terbebas dari segala keburukan.

Hal ini juga tercermin dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA. Dikisahkan, suatu malam Rasulullah SAW terbangun dari tidurnya karena melihat sesuatu yang turun dari langit, lalu beliau bersabda:

"Subhanallah, betapa banyak fitnah yang turun pada malam ini." (HR. Bukhari)

Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa Subhanallah tidak hanya diucapkan saat mengagumi kebesaran ciptaan Allah, tetapi juga ketika menyaksikan peristiwa yang mengundang keprihatinan atau sesuatu yang tidak semestinya terjadi. Sementara itu, Masya Allah lebih tepat digunakan sebagai ungkapan kekaguman, rasa syukur, dan pengakuan bahwa segala nikmat, keindahan, maupun keberhasilan terjadi atas kehendak Allah SWT.

(Putri Purnama Sari)