Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Infanteri Muhammad Wirya Arthadiguna
TNI Tegaskan Tembakan Tewaskan Warga Sipil di Intan Jaya Dilakukan KKB
Whisnu Mardiansyah • 4 July 2026 15:18
Timika: Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya warga sipil bernama Melkiana Dwitau. Peristiwa itu terjadi dalam insiden gangguan tembakan di sekitar TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis, 2 Juli 2026.
TNI menegaskan keselamatan warga sipil tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Infanteri Muhammad Wirya Arthadiguna, menyampaikan hasil laporan lapangan.
Rekonstruksi kronologi dan analisis lokasi menunjukkan gangguan tembakan dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau. Kelompok tersebut melepaskan tembakan dari tiga titik berbeda dalam kurun waktu sekitar 15 menit.
"Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit," kata Muhammad Wirya Arthadiguna dalam keterangan tertulis di Timika, Jumat, 3 Juli 2026.
Hasil analisis menunjukkan tembakan pertama terdengar sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga. Lima menit kemudian, suara tembakan kembali terdengar dari lokasi lain di kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum meninggalkan lokasi menuju arah sungai.
Koops TNI Habema menyebut personel Satuan Tugas (Satgas) TNI tidak memberikan tembakan balasan selama rangkaian kejadian berlangsung. Saat insiden terjadi, cuaca di lokasi diguyur hujan disertai kabut tebal. Jarak pandang sangat terbatas sehingga personel memilih bertahan di posisi perlindungan sambil memantau perkembangan situasi.
"Selama rangkaian kejadian tersebut, personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan. Kondisi hujan, kabut tebal, dan jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih menempati posisi perlindungan sambil memantau situasi untuk menghindari risiko terhadap masyarakat sipil," ujarnya.
Analisis spasial menunjukkan ketiga sumber tembakan berada di lokasi berbeda. Jarak antar titik tembakan sekitar 900 hingga 1.500 meter. Sementara itu, posisi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama. Jarak korban lebih jauh dari lokasi personel Satgas TNI.
Koops TNI Habema menyatakan data tersebut menjadi bahan analisis yang masih terus berlangsung. Proses analisis melibatkan bukti teknis dan temuan lain di lapangan.
.jpg)
Pasukan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III melaksanakan evakuasi jenazah pilot pesawat jenis pilatus dengan nomor registrasi PK-RCY milik PT AMA Nicholas F Goselin di Bandara Ipdeheik, Desa Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua
Peristiwa ini menunjukkan risiko yang dapat timbul ketika kawasan permukiman digunakan sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Koops TNI Habema menyatakan akan terus mengedepankan langkah profesional dan terukur. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi di wilayah tersebut.
Koops TNI Habema mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta memberi ruang kepada aparat untuk menyelesaikan proses penyelidikan secara objektif berdasarkan fakta di lapangan serta bukti teknis yang tersedia.
"Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan masyarakat akan terus menjadi komitmen Koops TNI Habema dalam setiap pelaksanaan tugas," tutupnya.