Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
AS Minta Iran Berjanji untuk Berhenti Tembaki Kapal di Selat Hormuz
Willy Haryono • 11 July 2026 15:24
Washington: Amerika Serikat (AS) meminta Iran secara terbuka berjanji bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi pelayaran internasional serta berkomitmen menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial.
Dikutip dari BBC, AS ingin komitmen ini disampaikan Iran sebagai bagian dari perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Sejumlah media Amerika Serikat yang mengutip pejabat anonim melaporkan bahwa Teheran telah menyampaikan secara tertutup kepada penasihat Presiden Donald Trump bahwa serangan terhadap kapal dagang di kawasan tersebut merupakan sebuah kesalahan.
Namun, menurut laporan tersebut, Iran disebut menyalahkan kelompok internal garis keras yang bertindak di luar kendali pemerintah atas insiden tersebut.
Trump sebelumnya mengatakan Washington dan Teheran sepakat melanjutkan perundingan meskipun ketegangan kembali meningkat akibat insiden di Selat Hormuz yang oleh Gedung Putih dinilai sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya telah mematuhi seluruh ketentuan gencatan senjata.
Melalui unggahan di platform X, Araghchi justru menuduh Amerika Serikat sebagai pihak yang melanggar kesepakatan tersebut.
Juni lalu, AS dan Iran menandatangani kesepakatan gencatan senjata yang antara lain mengatur jaminan keamanan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut sejumlah pejabat senior AS yang dikutip CBS News, Iran menyampaikan bahwa kelompok garis keras tertentu berupaya menggagalkan proses diplomasi dengan melakukan serangan terhadap kapal dagang di kawasan tersebut.
"Mereka kembali ke meja perundingan dan mengatakan, 'Kami melakukan kesalahan. Kami keliru. Mari kita lanjutkan pembicaraan'," kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Delegasi Amerika Serikat dalam perundingan di Oman diperkirakan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Khusus Steve Witkoff, serta Jared Kushner yang selama ini terlibat dalam berbagai negosiasi Timur Tengah.
Sementara itu, Araghchi juga dijadwalkan menghadiri perundingan tersebut mewakili Iran.
Dalam pengarahan kepada wartawan pada Jumat, pejabat AS mengatakan Washington telah menyampaikan pesan melalui mediator regional yang meminta Iran mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan tidak akan ada lagi serangan terhadap kapal komersial.
"Mereka harus memberikan pernyataan tersebut atau hasilnya tidak akan baik bagi mereka," kata seorang pejabat AS seperti dikutip Reuters.
Selain itu, Gedung Putih juga menginginkan Iran secara terbuka mengakui bahwa penembakan terhadap kapal-kapal dagang merupakan sebuah kesalahan.
Baca juga: Trump: 1.000 Rudal Siap Diluncurkan Jika Iran Berusaha Membunuh Saya