Petugas memeriksa gerbong KRL Commuter Line pasca bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek jurusan Gambir–Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27 April 2026). (ANTARA FOTO/Paramayuda/zk)
Kisah Endang, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi yang Sempat Terjepit
Lukman Diah Sari • 28 April 2026 11:43
Bekasi: Salah seorang kerabat dari korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Evi, mengaku telah mendapat informasi perihal keponakananya, bernama Endang. Dia mengungkap, keponakannya itu menderita memar di sejumlah bagian tubuh.
"Kakinya kayaknya tertimpa, bengkak, ada memar di kaki dan tangan, dan mata ada darah masih kering," ujar Evi dalam Breaking News Metro TV, Selasa, 28 April 2026.
Awal Tahu Saudara Menjadi Korban Kecelakaan Kereta
Evi menyebut, bahwa semula keponakannya itu hendak dalam perjalanan pulang ke arah Stasiun Cibitung. Endang bekerja di kawasan Pasar Baru, Senen, Jakarta Pusat."Itu kan jam pulang, saya WA (WhatsApp), terus ceklis satu dan nggak aktif. Kemudian saya hubungi suaminya. Suaminya kan bekerja juga, tapi posisinya sudah di Stasiun Tanah Abang. Saya tanya, (Endang) sudah pulang belum, kata (suamin Endang), sudah pulang, naik kereta yang tadi (kecelakaan)," jelas dia.

Evi, salah satu pihak keluarga korban kecelakaan kereta Bekasi Timur. (tangkapan layar/Metro TV)
Mendengar informasi tersebut, Evi kembali mencoba menghubungi keponakannya tersebut melalui pesan WA. Bersyukur, langsung tersambung.
"Ceklis dua, langsung saya telepon, tapi mati. Kemudian dia telpon balik, dia nangis, memberi tahu posisi kejepit,
nelpon nangis-nangis, katanya kejepit tangan kirinya. Posisi HP di tangan, setelah itu enggak bisa dihubungin lagi," ujar dia. Dia mengaku setelah mendapat kabar dari Endang, pihak keluarga segera menuju Stasiun Bekasi Timur. Pihak keluarga, kata dia, meminta akses untuk dapat masuk melihat proses evakuasi.
"Keluarga menunggu di situ, memastikan Endang masih di gerbong, minta akses masuk ke dalam, dan ternyata ada di situ, dan ternyata Endang dievakuasi terakhir, tertimpa tumpukan orang dan gerbong," tutur dia.
Harapan Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Evi menegaskan pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait. Pasalnya, Evi merupakan seorang pekerja yang tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anaknya, bersama suaminya."Dia mencari uang buat keperluan anak sekolah di kampung. Dia tinggal di perumahan dekat rumah saya, di Cibitung," ujar dia.
Kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A (CL KPB–CKR) ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya, Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB, Senin, 27 April 2026. Akibat insiden ini, data per hari ini pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka-luka.