Ilustrasi: Freepik
Heboh Wabah Hantavirus, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Riza Aslam Khaeron • 4 May 2026 12:54
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) mencatat tiga orang meninggal dunia akibat dugaan wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik pada Senin, 3 Mei 2026. WHO juga menemukan lima kasus suspek Hantavirus.
WHO tengah melakukan investigasi detail terkait kasus hantavirus. Pengujian sampel dilakukan di laboratorium. Namun, apa sebenarnya hantavirus itu dan apa saja gejala-gejalanya? Berikut ini informasinya.
WHO tengah melakukan investigasi detail terkait kasus hantavirus. Pengujian sampel dilakukan di laboratorium. Namun, apa sebenarnya hantavirus itu dan apa saja gejala-gejalanya? Berikut ini informasinya.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang terutama dibawa oleh hewan pengerat, khususnya tikus. Virus ini menyebar melalui urine, feses, dan air liur tikus yang terinfeksi.Manusia biasanya tertular ketika menghirup partikel debu yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus, terutama saat membersihkan gudang, rumah kosong, kabin, lumbung, atau area tertutup lainnya yang menjadi sarang tikus.
Melansir laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS), penyakit akibat hantavirus pada manusia umumnya dibagi menjadi dua bentuk besar:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS): Penyakit ini lebih banyak dikenal di benua Amerika. Bentuk ini menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan gagal napas.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Penyakit ini lebih banyak dilaporkan di Asia dan Eropa. Namun, virus Seoul—sejenis hantavirus yang menyebabkan HFRS—dapat ditemukan di seluruh dunia. Bentuk ini lebih dominan menyerang ginjal, serta dapat disertai demam, pendarahan, tekanan darah rendah, dan gangguan fungsi ginjal.
Gejala-Gejala Hantavirus
Berdasarkan data CDC, berikut adalah gejala-gejala HPS dan HFRS:Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Gejala HPS biasanya mulai muncul 1 hingga 8 minggu setelah kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Gejala awal meliputi:- Kelelahan berlebih.
- Demam.
- Nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan terkadang bahu.
Sekitar setengah dari pasien HPS juga mengalami:
- Sakit kepala.
- Pusing.
- Menggigil.
- Masalah perut seperti mual, muntah, diare, dan nyeri abdomen (abdominal pain).
Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Gejala HFRS biasanya berkembang dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah paparan, meski dalam kasus langka bisa memakan waktu hingga 8 minggu. Gejala awal muncul secara tiba-tiba, meliputi:- Sakit kepala yang hebat.
- Nyeri punggung dan perut.
- Demam dan menggigil.
- Mual.
- Pandangan kabur.
- Tekanan darah rendah.
- Gagal sirkulasi darah (syok akut).
- Pendarahan internal (kebocoran pembuluh darah).
- Gagal ginjal akut yang menyebabkan penumpukan cairan berlebih dalam tubuh.
Seberapa Mematikan Penyakit Ini?

Ilustrasi: Freepik.
Tingkat fatalitas (mortality rate) penyakit ini sangat bergantung pada jenis sindrom yang diderita. Berdasarkan CDC, HPS termasuk penyakit yang sangat mematikan di mana sekitar 38 persen penderita yang menunjukkan gejala pernapasan berisiko meninggal dunia.
Sementara itu, tingkat keparahan HFRS bervariasi tergantung pada jenis virus penyebab infeksinya. Infeksi virus Hantaan dan Dobrava biasanya menimbulkan gejala berat dengan tingkat kematian berkisar antara 5–15 persen.
Sebaliknya, infeksi virus Seoul, Saaremaa, dan Puumala umumnya bersifat lebih moderat dengan tingkat kematian kurang dari 1 persen. Proses pemulihan total bagi penyintas dapat memakan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
| Baca Juga: Dinkes Sumsel Catat Kasus Suspek Campak Capai 1.576 Sepanjang 2026 |
Apakah Ada Obatnya?
Berdasarkan keterangan CDC, hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Pasien biasanya akan menerima perawatan suportif intensif (supportive care), yang meliputi istirahat total, hidrasi yang cukup, serta penanganan terhadap gejala yang muncul.Cara Mencegah Hantavirus
Mengutip Canadian Centre for Occupational Health and Safety (CCOHS), langkah utama pencegahan hantavirus adalah dengan mengurangi keberadaan tikus serta membatasi kontak dengan kotoran, urine, dan air liurnya. Beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan antara lain:- Simpan makanan (termasuk makanan hewan peliharaan), air, dan sampah di dalam wadah berbahan plastik tebal atau logam dengan tutup yang rapat.
- Tutup rapat semua celah atau lubang di bangunan yang berpotensi menjadi jalan masuk tikus.
- Bersihkan semak-semak yang tebal dan jaga agar rumput tetap pendek di sekitar lingkungan rumah.
- Jauhkan tumpukan kayu dari area bangunan utama.
- Gunakan sarung tangan karet atau plastik saat membersihkan bekas sarang tikus, menangani bangkai tikus, atau bahan terkontaminasi lainnya. Setelah selesai, bersihkan sarung tangan dengan air sabun sebelum dilepaskan, lalu cuci tangan kembali setelah sarung tangan dilepas.
- Gunakan jebakan jika diperlukan. Masukkan tikus yang tertangkap ke dalam kantong plastik, ikat dengan rapat, lalu buang.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com