Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa Etika Setiawanti (Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan)
Dorong Kemandirian Mustahik, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Philantropreneurship di Prominent Awards 2026
Patrick Pinaria • 27 September 2026 11:36
Jakarta: Yayasan Dompet Dhuafa Republika meraih penghargaan Philanthropreneurship Excellence dalam ajang Prominent Awards 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan model filantropi produktif yang menghubungkan zakat, vokasi, modal usaha, dan pendampingan untuk memperkuat kemandirian ekonomi mustahik menuju kapasitas menjadi muzakki.
Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa Etika Setiawanti mengatakan penghargaan tersebut menjadi momentum bagi Dompet Dhuafa untuk terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Penghargaan juga dinilai menjadi bentuk apresiasi terhadap program yang selama ini dijalankan bersama berbagai pihak.
"Pasti bersyukur dan sangat bangga menerima penghargaan untuk kategori Philanthropreneurship. Yang mana ini menjadi momentum bagi kami untuk selalu bersyukur bahwa apa yang kami kerjakan ini diterima oleh masyarakat," kata Etika saat ditemui di Grand Metro TV, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Etika, program pemberdayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa tidak terlepas dari kolaborasi masyarakat, donatur, mitra strategis, hingga penerima manfaat di berbagai daerah.
"Dan ini merupakan upaya bersama, upaya kolaboratif yang didukung oleh pihak terkait, baik masyarakat umum, donatur, mitra strategis, dan juga penerima manfaat di lapangan yang mau mengubah mindset dan semangatnya untuk menjadi dari yang tadinya hanya penerima manfaat kemudian hari ini menjadi mandiri," ujarnya.
Melalui model filantropi produktif, bantuan yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat dalam jangka pendek. Pendampingan dan pengembangan usaha turut dilakukan agar penerima manfaat mampu meningkatkan kapasitas ekonomi secara bertahap. Sejumlah penerima manfaat kini telah mampu meningkatkan pendapatan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga mengembangkan unit usaha masing-masing.
"Nah, mereka ini kemudian hari ini bisa meningkatkan pendapatannya, kemudian terpenuhi kecukupan kebutuhan hariannya, dan juga punya unit usaha masing-masing," kata Etika.
Menurut Etika, upaya tersebut sejalan dengan model pemberdayaan yang dikembangkan Dompet Dhuafa untuk mendorong mustahik menuju kemandirian ekonomi. Dalam jangka panjang, penerima manfaat diharapkan tidak lagi bergantung pada bantuan dan memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Etika berharap kolaborasi antara Dompet Dhuafa dengan masyarakat dan berbagai mitra dapat terus diperkuat untuk melahirkan lebih banyak penerima manfaat yang mandiri.
"Jadi sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mendukung Dompet Dhuafa untuk melahirkan philanthropreneur-philanthropreneur sejati," tutur dia.
Prominent Awards 2026 diselenggarakan oleh Salutee.id PT Cahaya Hati Sukses bekerja sama dengan Metro TV. Mengusung tema 'Indonesia Berdaya', Prominent Awards 2026 memasuki tahun keempat dengan tujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan, BUMN, koperasi, hingga lembaga yang dinilai berkontribusi terhadap transformasi dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Prominent Awards 2026 memberikan penghargaan kepada sejumlah entitas dari lima klaster, yakni Koperasi, BUMN, Swasta, Leadership, serta CSR–SDGs–Social Impact.
Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo mengatakan Prominent Awards merupakan bentuk komitmen Metro TV dalam memberikan ruang apresiasi kepada pihak yang terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi.
"Prominent Awards merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan ruang bagi mereka yang terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi," kata Arief dalam sambutannya.
Menurut Arief, penentuan penerima penghargaan tidak hanya didasarkan pada pencapaian, tetapi juga mempertimbangkan perjalanan dan kontribusi yang diberikan di bidang masing-masing.
"Proses untuk menentukan para penerima penghargaan tentu melewati berbagai pertimbangan dan diskusi. Tidak hanya melihat apa yang telah mereka capai, tetapi juga perjalanan dan kontribusi yang ada di baliknya," ujar Arief. (Selsha Septifanie Gunawan)