Bandara DEO Sorong Tetap Layani Penerbangan Meski Diselimuti Kabut Asap

Tampak Bandara DEO Sorong di Papua Barat Daya (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Bandara DEO Sorong Tetap Layani Penerbangan Meski Diselimuti Kabut Asap

Silvana Febiari • 30 September 2026 17:14

Sorong: AirNav Indonesia Cabang Sorong memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, masih berjalan normal. Meskipun, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Kota Sorong dan sekitarnya.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Sorong Nurwenda mengatakan kondisi kabut asap di Kota Sorong sejauh ini belum mengganggu operasional penerbangan. Jarak pandang di Bandara DEO masih memenuhi standar keselamatan penerbangan.

"Memang masalah kabut asap akibat karhutla ini sangat berpengaruh pada penerbangan, namun untuk Bandara DEO masih berjalan normal," kata Nurwenda, dilansir dari Antara, Rabu, 30 September 2026. 


AirNav Indonesia menerapkan batas minimum lepas landas (standard takeoff minima) bagi setiap penerbangan. Prosedur ini berlaku saat bandara terdampak kabut asap atau gangguan cuaca lainnya.

Selain itu, Bandara DEO telah dilengkapi Runway Visual Range (RVR) untuk memantau jarak pandang di landasan pacu. Hal ini dapat menjadi salah satu acuan dalam menentukan kelayakan operasional penerbangan.

"Dampak kabut asap ini kalau di Sorong tidak terlalu. DEO sudah ada Runway Visual Range (RVR). Yang terdampak itu seperti di Bandara Babo dan Fakfak," ujarnya.

Nurwenda mengatakan kondisi kabut asap di sejumlah bandara tujuan di Papua dan Papua Barat sempat mengganggu penerbangan dari Sorong. Salah satunya penerbangan menuju Babo dan Fakfak yang harus kembali ke Sorong karena jarak pandang di bandara tujuan tidak memenuhi standar minimum.

Untuk memantau kondisi cuaca, AirNav Indonesia Cabang Sorong mengacu pada Automatic Terminal Information Service (ATIS) yang menyediakan informasi aeronautika dan cuaca secara berkelanjutan dari BMKG.

"Data informasi cuaca ini akan diterima pilot untuk mengetahui kondisi cuaca saat itu di bandara tujuan ataupun rute penerbangan yang akan dilalui," ungkapnya.

Kepala Bandara DEO Sorong Soekarjo mengatakan Bandara DEO melayani sekitar 30 penerbangan setiap hari. Layanan tersebut didukung oleh delapan operator atau maskapai penerbangan.

"Di Bandara DEO ada sekitar delapan operator penerbangan yang melayani arus penumpang dan barang," tuturnya.


Warga memadamkan api yang melanda kawasan hutan dan lahan di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa, 22 September 2026. (ANTARA/HO-Dokumentasi)

General Manager Garuda Indonesia Sorong Nadia juga memastikan penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Sorong masih berjalan normal meskipun Kota Sorong diselimuti kabut asap.

"PT Garuda Indonesia saat ini melayani dua penerbangan Jakarta-Sorong dan sebaliknya Sorong-Jakarta. Sampai saat ini jadwal penerbangan Garuda Indonesia di Bandara DEO normal," ucapnya.

Pihaknya bersama AirNav Indonesia dan BMKG Sorong terus memperbarui informasi kondisi cuaca untuk memastikan penerbangan dapat dilaksanakan sesuai standar keselamatan.

"Setiap hari, satu jam sebelum penerbangan kami selalu memperbarui data dari BMKG soal cuaca. Teman-teman dari AirNav juga membantu kami untuk menentukan penerbangan diperbolehkan atau tidak," ujarnya.

Dia mengatakan, BMKG Sorong juga melaporkan kondisi cuaca di Bandara DEO setiap 30 menit.

Berdasarkan pemantauan tersebut, jarak pandang di Bandara DEO untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan masih berada di atas ambang batas minimum. Kabut asap belum berdampak terhadap operasional penerbangan di bandara tersebut.

(Silvana Febiari)