Wisata Bahari Natuna Potensial Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua MPR Ahmad Muzani kunjungan kerja ke Natuna. Istimewa.

Wisata Bahari Natuna Potensial Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Arga Sumantri • 1 October 2026 20:37

Natuna: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pembangunan Natuna sebagai wilayah perbatasan tidak cukup dilakukan melalui pendekatan pertahanan dan keamanan. Penguatan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, konektivitas, pangan, serta pembangunan infrastruktur juga harus menjadi perhatian nasional.

Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja bersama Ketua MPR Ahmad Muzani ke Kantor Bupati Natuna, Kepulauan Riau. Natuna dinilai memiliki posisi strategis bagi Indonesia, baik dari sisi geopolitik maupun potensi ekonomi.

"Natuna ini tidak hanya kita perhatikan dari pertahanan dan keamanannya. Kita juga harus memastikan ekonomi, kesejahteraan, pembangunan, dan pemerataan terus kita ikhtiarkan secara berkelanjutan," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut dia, menjaga wilayah perbatasan berarti memastikan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dapat merasakan kehadiran negara secara nyata. Ibas menilai berbagai persoalan pembangunan di Natuna membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, MPR, serta seluruh pemangku kepentingan.

Dengan karakter geografis sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan, Natuna dinilai menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan wilayah lain. Menurut Ibas, diperlukan kebijakan yang juga mempertimbangkan karakteristik khusus tersebut.

Dorong Industrialisasi Perikanan Terpadu

Salah satu sektor yang menjadi perhatian di Natuna adalah perikanan. Menurutnya, Natuna memiliki potensi kelautan yang besar, tetapi masyarakat nelayan masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca, biaya operasional, keterbatasan sarana, serta belum optimalnya pengolahan hasil perikanan.

"Potensi yang ada dengan wilayah pelayaran yang begitu luas coba dikonsolidasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bagaimana dibuat industrialisasi perikanan terpadu di sini supaya ada kemandirian jangka panjang," ungkap Ibas.

Menurutnya, penguatan industri perikanan di daerah juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah yang berdampak pada tingginya biaya logistik dan harga barang.

Kunjungan kerja MPR di Natuna. Foto: Istimewa.

Potensi Migas dan Pariwisata Bahari

Selain perikanan, Ibas melihat Natuna memiliki potensi besar di sektor energi dan pariwisata. Ia mendorong agar peluang investasi minyak dan gas di Natuna terus dikawal dengan memperhatikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Potensi wisata bahari juga dinilai perlu dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurut Ibas, pengembangan pariwisata harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat, pelatihan, studi banding, serta pengembangan ekonomi kreatif lokal.

“Natuna ini punya potensi bahari yang unggul. Bagaimana potensi pariwisata bahari ini bisa hidup sehingga ekonomi kreatif masyarakat juga berkembang," ungkap dia.

(Arga Sumantri)