Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: dok Metrotvnews.com
Optimalkan Potensi Ekonomi, UMKM di Palu Didorong Perluas Akses Pasar
Husen Miftahudin • 22 October 2026 18:33
Palu: Program Tumbuhkan Peluang mempertemukan sekitar 200 UMKM dengan mitra industri dan calon pembeli untuk membuka akses pasar serta memperkuat legalitas usaha. Program ini menyasar UMKM, khususnya yang dikelola perempuan, di tengah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang mencapai 8,47 persen pada 2025.
Program tersebut digelar Amartha Financial bersama Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian lokakarya untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan kesehatan finansial pelaku UMKM.
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli (offtaker), lokakarya Tumbuhkan Peluang memberikan edukasi dan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta pembukaan rekening bank.
Adapun kepemilikan NIB menjadi salah satu langkah penting bagi UMKM untuk mengembangkan usaha. Legalitas tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengurus perizinan lanjutan, mengakses program pemerintah dan layanan keuangan formal, serta memenuhi persyaratan kerja sama dengan calon pembeli.
Namun, sebagian pengusaha mikro perempuan masih menghadapi kendala dalam proses formalisasi usaha. Keterbatasan literasi digital, pemahaman mengenai persyaratan administrasi, serta tanggung jawab rumah tangga dapat membatasi waktu yang tersedia untuk mengurus legalitas usaha.
Head of Secretariat Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH) sekaligus Chairman Amartha.org Aria Widyanto mengatakan penguatan UMKM perempuan perlu didukung ekosistem yang mencakup legalitas, akses pasar, pembiayaan, dan kesehatan finansial.
"Penguatan UMKM perempuan tidak cukup hanya dengan membuka akses pembiayaan. Mereka membutuhkan ekosistem yang membantu usaha menjadi lebih formal, mampu mengakses pasar lebih luas, sekaligus memiliki ketahanan dan kesehatan finansial," ujar Aria dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat membantu lebih banyak perempuan pelaku UMKM mengembangkan usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Potensi sektor pertanian dan pangan olahan
Peserta lokakarya didominasi UMKM di sektor pertanian dan pangan olahan. Kedua sektor tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan seiring kontribusinya terhadap perekonomian Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat nilai tambah sebesar Rp67,96 triliun pada 2025. Sementara itu, industri makanan dan minuman mencatat nilai tambah Rp7,24 triliun.
Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Perekonomian, Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Pemerintah Daerah Wilayah KemenPPPA Eni Widiyanti mengatakan pemberdayaan ekonomi perempuan perlu diikuti dengan perluasan akses terhadap pembiayaan, legalitas usaha, teknologi, dan pasar.
"Melalui kegiatan Tumbuhkan Peluang, kami ingin mendorong agar perempuan pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk naik kelas, memperluas pasar, dan meningkatkan kemandirian ekonominya," kata Eni.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan diperlukan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.

(Program nasional Tumbuhkan Peluang di Palu yang digelar Amartha Financial bersama Women’s World Banking dan KemenPPPA. Foto: dok Amartha Financial)
Kesehatan finansial dukung keberlanjutan usaha
Selain akses pasar dan legalitas, kesehatan finansial menjadi salah satu aspek yang diperkuat melalui program Tumbuhkan Peluang. Bagi pelaku UMKM, hal ini mencakup kemampuan mengelola arus kas, memenuhi kebutuhan usaha, menghadapi risiko keuangan, dan merencanakan pertumbuhan bisnis.
Senior Policy Strategist Southeast Asia Women’s World Banking Desi Vicianna mengatakan kegiatan lokakarya akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh fasilitator lokal.
"Kesehatan finansial merupakan bagian penting dari pemberdayaan ekonomi perempuan. Kegiatan hari ini akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh fasilitator lokal untuk membantu pengusaha mikro perempuan memperkuat praktik pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha sehingga kemajuan usaha dapat berjalan beriringan dengan kesehatan finansial yang lebih kuat," tutur Desi.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, penyelenggara berharap hubungan antara pelaku UMKM dan mitra pasar dapat berkembang menjadi kemitraan usaha yang berkelanjutan. Penguatan kapasitas bisnis, perluasan akses pasar, dan pengelolaan keuangan diharapkan membantu UMKM perempuan meningkatkan daya saing serta memperkuat ketahanan ekonomi.