Marc Marquez. Foto: Dok Ducati.
5 Fakta Menarik Para Pebalap di MotoGP Mandalika, dari Marquez hingga Toprak
Muhamad Marup • 9 October 2026 14:48
Jakarta: Balapan utama MotoGP Mandalika akan berlangsung akhir pekan ini. Sejak masuk kalender MotoGP pada musim 2022 lalu, sirkuit sepanjang 4,3 km ini kerap menyuguhkan pertarungan seru dan mendebarkan hingga garis finis.
Drama pun tak luput dari persaingan bintang-bintang kelas premier yang memburu kejayaan. Hingga saat ini, belum ada pebalap kelas MotoGP yang pernah juara 1 berturut-turut di Mandalika.
Melansir Spotvnow.com, berikut fakta menarik para pebalap di MotoGP Mandalika.
Drama pun tak luput dari persaingan bintang-bintang kelas premier yang memburu kejayaan. Hingga saat ini, belum ada pebalap kelas MotoGP yang pernah juara 1 berturut-turut di Mandalika.
Melansir Spotvnow.com, berikut fakta menarik para pebalap di MotoGP Mandalika.
1. Marquez ingin akhiri nasib buruk di Mandalika
Empat kali Marc Marquez datang ke Mandalika, empat kali pula dia gagal menyelesaikan balapan utama. Pada edisi perdana tahun 2022, pebalap Spanyol tersebut bahkan tidak dapat memulai balapan setelah mengalami kecelakaan keras saat sesi warm-up yang membuatnya mengalami gegar otak.
Setahun kemudian, Marquez kembali bersama Repsol Honda, tetapi terjatuh saat balapan. Kepindahannya ke Gresini Ducati pada tahun 2024 juga tidak mengubah nasibnya setelah masalah teknis memaksanya berhenti usai 11 lap.
Tahun lalu lebih mengecewakan karena berakhir setelah hanya enam tikungan ketika ditabrak Marco Bezzecchi. Insiden tersebut menyebabkan Marquez mengalami cedera tulang selangka kanan yang akhirnya mengakhiri musimnya lebih awal.
Setahun kemudian, Marquez kembali bersama Repsol Honda, tetapi terjatuh saat balapan. Kepindahannya ke Gresini Ducati pada tahun 2024 juga tidak mengubah nasibnya setelah masalah teknis memaksanya berhenti usai 11 lap.
Tahun lalu lebih mengecewakan karena berakhir setelah hanya enam tikungan ketika ditabrak Marco Bezzecchi. Insiden tersebut menyebabkan Marquez mengalami cedera tulang selangka kanan yang akhirnya mengakhiri musimnya lebih awal.
2. Pebalap Sulit Finis
Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto: dok. Kemenpora.
Marquez tidak sendirian. Mandalika kerap menyaksikan banyak pebalap gagal menyelesaikan balapan akibat kecelakaan atau masalah motor.Hanya 14 pebalap yang berhasil menyelesaikan balapan pada tahun 2023 dan 2025. Jumlah tersebut turun menjadi 12 dari 21 pebalap pada tahun 2024.
Balapan perdana pada tahun 2022 justru mencatat jumlah pebalap finis terbanyak meski berlangsung dalam kondisi hujan. Walaupun balapan tertunda sekitar 75 menit akibat cuaca, hanya dua pebalap yang gagal mencapai garis finis.
3. Moreira Juara Dua Kali
Enam Grand Prix balap motor telah digelar di Indonesia melalui Sentul dan Mandalika. Hanya Diogo Moreira yang pernah meraih lebih dari satu kemenangan balapan utama di tiga kelas Grand Prix.
Pebalap Brasil tersebut meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Moto3 di Mandalika pada tahun 2023. Dua tahun kemudian, Moreira kembali menang di Mandalika, kali ini di kelas Moto2.
Pebalap Brasil tersebut meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Moto3 di Mandalika pada tahun 2023. Dua tahun kemudian, Moreira kembali menang di Mandalika, kali ini di kelas Moto2.
4. Kenangan Manis Toprak
Toprak Razgatlioglu mencuri perhatian sejak tiba di Indonesia melalui tingkah polahnya. Tidak banyak yang tahu, pebalap itu punya kenangan manis di Mandalika.
Mandalika menjadi lokasi Razgatlioglu meraih gelar juara dunia WorldSBK pertamanya pada November 2021, beberapa bulan sebelum sirkuit tersebut masuk kalender Grand Prix.
Mandalika menjadi lokasi Razgatlioglu meraih gelar juara dunia WorldSBK pertamanya pada November 2021, beberapa bulan sebelum sirkuit tersebut masuk kalender Grand Prix.
5. Rossi Jajal Mandalika
Valentino Rossi melewatkan kesempatan berlaga di MotoGP di Mandalika. Ia memutuskan pensiun beberapa bulan sebelum sirkuit tersebut masuk kalender pada Maret 2022.
Namun, pada Januari lalu, juara dunia sembilan kali tersebut akhirnya berkesempatan mencoba langsung sirkuit tersebut dengan mengendarai Yamaha R1 melalui program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy. Program itu juga memberikan kesempatan kepada 10 pebalap Indonesia terpilih untuk berlatih bersama para pebalap akademi Rossi.
Kunjungan tersebut juga mempertemukan kembali Rossi dengan Indonesia hampir tiga dekade setelah dia berlaga dalam Grand Prix balap motor pertama negara tersebut di Sentul pada tahun 1996. Rossi kembali setahun kemudian dan memenangi balapan 125cc, satu dari 11 kemenangannya dalam perjalanan meraih gelar juara dunia pertamanya.
Kunjungan tersebut juga mempertemukan kembali Rossi dengan Indonesia hampir tiga dekade setelah dia berlaga dalam Grand Prix balap motor pertama negara tersebut di Sentul pada tahun 1996. Rossi kembali setahun kemudian dan memenangi balapan 125cc, satu dari 11 kemenangannya dalam perjalanan meraih gelar juara dunia pertamanya.