Ilustrasi Anadolu
Arab Saudi Peringatkan Houthi akan Hadapi Konsekuensi atas Serangan Berulang
Muhammad Reyhansyah • 14 October 2026 11:17
Riyadh: Arab Saudi memperingatkan kelompok Houthi di Yaman akan menghadapi konsekuensi atas serangan berulang terhadap bandara, fasilitas sipil, serta kota suci Makkah dan Madinah.
Riyadh juga menegaskan tidak akan membiarkan ancaman terhadap keamanan nasional maupun kebebasan navigasi maritim di kawasan Laut Merah.
Dalam pernyataan yang dikutip Saudi Press Agency (SPA), Selasa, 13 Oktober 2026 Kabinet Arab Saudi mengecam serangan yang menargetkan pengunjung Dua Masjid Suci, serta infrastruktur sipil dan ekonomi kerajaan.
“Kelompok Houthi akan menghadapi konsekuensi atas kejahatan dan serangan keji mereka yang berulang,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari TRT World.
Kabinet juga menegaskan Arab Saudi “tidak akan membiarkan ancaman terhadap keamanan atau kebebasan navigasi maritimnya di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.”
Riyadh turut menyampaikan apresiasi kepada negara-negara dan organisasi internasional yang telah mengecam serangan tersebut.
Kabinet Arab Saudi memuji operasi militer koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Operasi tersebut disebut bertujuan menetralkan ancaman yang ditimbulkan kelompok Houthi, melindungi rakyat Yaman, serta menjaga perdamaian internasional, perdagangan global, dan rantai pasok.
Pernyataan itu muncul di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Serangan terhadap bandara dan fasilitas sipil dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Eskalasi terbaru berlangsung setelah periode relatif tenang menyusul pemberlakuan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022.
Konflik Yaman bermula pada 2014, ketika kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lain. Situasi tersebut mendorong intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Dalam pernyataan yang sama, kabinet menyambut dimulainya kembali aliran minyak melalui jaringan pipa East-West Arab Saudi.
Pemulihan yang berlangsung cepat itu disebut mencerminkan ketahanan infrastruktur energi kerajaan dan kemampuannya merespons keadaan darurat sembari menjaga pasokan ke pasar internasional.
Jaringan pipa tersebut menyediakan jalur alternatif untuk mengangkut minyak mentah menuju Laut Merah. Keberadaan jalur ini membantu Arab Saudi mengurangi ketergantungan pada rute ekspor melalui kawasan Teluk.
Pernyataan kabinet tersebut menegaskan dua prioritas Riyadh, yakni menghadapi ancaman keamanan sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi dan perdagangan maritim internasional.