Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap pasien di Puskesmas Mekar Sari, Karang Jati, Balikpapan, Kalimantan Timur. ANTARA/Angga Palguna
Tiga Daerah Sumbang 61 Persen Kasus ISPA di Kalimantan Timur
Silvana Febiari • 3 November 2026 15:21
Samarinda: Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mewaspadai tiga daerah dengan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tertinggi. Ketiganya menyumbang 61 persen dari total kasus ISPA sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
“Tiga wilayah teratas penyumbang kasus terbanyak tersebut meliputi Kota Balikpapan, Samarinda, serta Kabupaten Kutai Kartanegara hingga periode pemantauan Minggu ke-43,” kata Kepala Dinkes Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.
Akumulasi kasus ISPA pada tiga daerah tersebut mencatatkan angka total mencapai 222.319 kasus penderita di wilayah setempat. “Kota Balikpapan dan Kota Samarinda mencatatkan jumlah penanganan penderita ISPA tertinggi di wilayah Kalimantan Timur,” ujar Andi.
Kota Balikpapan menempati urutan tertinggi di tingkat provinsi dengan catatan akumulasi kasus penderita mencapai angka 100.197 orang penderita penyakit ISPA daerah. Sementara Kota Samarinda berada pada posisi kedua daerah dengan akumulasi penanganan kasus penderita ISPA mencapai angka 73.809 orang penderita daerah.
“Kabupaten Kutai Kartanegara mencatatkan jumlah kasus tertinggi untuk kategori wilayah kabupaten di Kalimantan Timur dengan 48.313 orang penderita,” tutur Andi.
Total akumulasi kasus ISPA di seluruh sepuluh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur hingga Minggu ke-43 mencatatkan angka 362.012 kasus penderita.
Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) secara masif menerapkan sejumlah langkah guna mencegah melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Langkah tersebut mencakup penerapan sistem pemantauan terintegrasi antara titik api, kualitas udara, dan tren penyakit, serta menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) selama 24 jam dengan jaminan ketersediaan obat-obatan.
.jpg)
Ilustrasi masker. Foto: Magnific
Selain itu, Dinkes Kaltim juga mendistribusikan ratusan tabung oksigen dan menyiapkan fasilitas Rumah Oksigen, membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, memberikan layanan kesehatan bagi relawan pemadam kebakaran, serta gencar mengedukasi warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan. Hal ini bertujuan meminimalkan dampak buruk cuaca dan kabut asap.
“Tingginya akumulasi penderita ISPA terpusat di kawasan aglomerasi perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi,” ucap Andi.
Kepadatan jumlah penduduk serta tingginya mobilitas harian warga di wilayah perkotaan menjadi faktor utama pendorong sebaran penyakit ISPA di daerah setempat. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengimbau seluruh warga masyarakat di kawasan perkotaan senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat harian.
“Kami mendorong seluruh fasilitas pelayanan kesehatan daerah, terutama 188 puskesmas untuk memperkuat kesiapsiagaan penanganan penderita ISPA,” ungkap Andi.