Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Investasi KEK Tembus Rp382,1 Triliun, Dorong Ekonomi Tumbuh 8%
Husen Miftahudin • 21 October 2026 12:20
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi investasi kumulatif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia mencapai Rp382,1 triliun. Investasi tersebut turut menyerap 302 ribu tenaga kerja sejak pengembangan kawasan.
Airlangga mengatakan KEK menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen. "Kawasan ekonomi adalah instrumen strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen," ujar Airlangga dalam paparannya di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Pada periode Januari hingga September 2026, realisasi investasi KEK tercatat mencapai Rp46 triliun. Realisasi tersebut turut menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53 ribu orang.
Secara keseluruhan, Airlangga menyebut total investasi nasional selama dua tahun pemerintahan telah mencapai Rp3.932 triliun dengan penyerapan 5,4 juta tenaga kerja.
Indonesia punya 25 KEK
Airlangga menyebut Indonesia saat ini memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah, dengan tujuh kawasan berada di Pulau Jawa dan 18 kawasan lainnya di luar Jawa.
Berdasarkan sektor pengembangannya, KEK tersebut terdiri atas 13 kawasan industri, enam kawasan pariwisata, dua kawasan kesehatan, dua kawasan teknologi, satu kawasan digital, serta satu kawasan untuk kegiatan usaha lainnya.
Pemerintah juga mendorong pengembangan KEK kesehatan di Sanur, Bali, dan Batam. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi potensi devisa yang keluar akibat masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri.
Airlangga menjelaskan sekitar dua juta warga Indonesia berobat ke luar negeri, termasuk ke Singapura dan Penang, Malaysia. Biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai Rp200 triliun.
Untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan dalam negeri, pemerintah memberikan sejumlah fasilitas di KEK kesehatan. Salah satunya berupa relaksasi perizinan praktik bagi tenaga kesehatan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) di kawasan tersebut.
Selain itu, pemerintah mendorong dukungan regulasi untuk layanan diagnostik dan kegiatan penelitian sel punca atau stem cell.
Di sektor pariwisata, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta orang pada 2026. Target tersebut disertai sasaran penerimaan devisa pariwisata sebesar USD24 miliar.
Sejumlah KEK pariwisata yang menjadi perhatian pemerintah antara lain Mandalika, Kura-Kura Bali, Tanjung Lesung, dan kawasan pariwisata lainnya.
Airlangga menilai pengembangan kawasan pariwisata perlu didukung oleh peningkatan konektivitas, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta penyusunan kalender kegiatan atau calendar of events untuk menarik kunjungan wisatawan.
(Ilustrasi, kawasan ekonomi khusus. Foto: dok KEK Industropolis Batang)
Dorong pengembangan KEK
Airlangga membandingkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia dengan Vietnam dan Malaysia. Menurut dia, kedua negara tersebut telah mengembangkan KEK dengan cakupan luas sekitar 1,8 juta hingga 2 juta hektare, sedangkan luas KEK Indonesia disebut masih sekitar 24 ribu hektare.
"Kalau kita bandingkan beberapa negara mendorong melalui kawasan ekonomi khusus seperti Vietnam dan Malaysia. Mereka sudah punya kawasan ekonomi khusus dengan luasan 1,8 juta sampai dua juta hektare," ujar Airlangga.
Ia menilai luas wilayah Indonesia menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan KEK. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dan memperluas kegiatan ekonomi di berbagai daerah.
Di sektor industri, Airlangga turut menyoroti pengembangan sejumlah KEK yang dinilai masih perlu dioptimalkan. Pemerintah mendorong percepatan perizinan dan perluasan kawasan, termasuk di KEK Galang Batang, Kendal, dan Gresik.
Menurut dia, percepatan tersebut diperlukan untuk mendukung ekspansi usaha dan meningkatkan realisasi investasi di kawasan. "Oleh karena itu, percepatan untuk perizinan dan perluasan ketiga KEK ini tentu diperlukan," tegas dia.
Di sektor digital dan teknologi, pemerintah mendorong pengembangan KEK Nongsa di Batam, terutama melalui pembangunan pusat data atau data center. Ketersediaan infrastruktur kabel komunikasi bawah laut juga menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan kegiatan digital di kawasan tersebut.
Airlangga juga menyoroti potensi industri kreatif, termasuk produksi film dan animasi di Nongsa, yang dinilai dapat membuka peluang investasi dan lapangan kerja. Ia berharap pengembangan KEK dapat terus diperkuat melalui penyelesaian hambatan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta koordinasi antarkementerian dan lembaga.