Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: BPMI Setpres.
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi
Fachri Audhia Hafiez • 18 October 2026 21:21
Jakarta: Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat sejumlah capaian strategis di sektor energi selama dua tahun masa kepemimpinan. Mulai dari peningkatan produksi minyak domestik hingga akselerasi transisi energi hijau.
"Kemandirian energi menjadi salah satu fokus pemerintah dalam meletakkan fondasi transformasi nasional," ujar Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Kurnia menjelaskan, berbagai upaya tersebut mencakup peningkatan produksi minyak dalam negeri, pengembangan energi terbarukan, penghematan devisa besar-besaran melalui biodiesel, hingga pemerataan akses kelistrikan hingga ke wilayah terpencil.
Pada 2025, realisasi lifting minyak bumi nasional termasuk Natural Gas Liquid (NGL) berhasil memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk kali pertama sejak 2016.
Di samping menggenjot produksi domestik, pemerintah memperkuat pemanfaatan energi nabati guna memangkas ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Sepanjang 2025, implementasi mandatori biodiesel B40 sukses menghasilkan penghematan devisa hingga Rp130,21 triliun.

lustrasi - Pekerja memperlihatkan bijih nikel yang siap diolah menjadi produk feronikel. Foto: ANTARA/HO-Antam.
Kebijakan ini berlanjut dengan peluncuran mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026 yang diestimasikan menghemat devisa sampai Rp170 triliun sekaligus menargetkan penghentian impor solar.
Pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) lewat megaprogram Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo pada 25 Agustus 2026. Tahap awal program ini menyasar 14 proyek dengan total kapasitas 5.216 megawatt peak (MWp) atau sekitar 5,2 GWp.
Selain itu, pemerataan akses energi terus digenjot melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Sepanjang 2025, program ini merambah 1.516 lokasi dengan menjangkau 77.616 pelanggan, yang kembali dilanjutkan pelebarannya ke berbagai pelosok pada 2026.
Sebagai pelengkap transisi energi bersih, pemerintah turut mengembangkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kerja sama pembangunan PSEL telah diteken pada April 2026 untuk tiga wilayah prioritas—Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya—disusul penyiapan percepatan di 12 aglomerasi lainnya secara nasional.