Ratusan Petugas Berupaya Keras Padamkan Kebakaran di Pabrik Kimia Chile

Kebakaran pabrik yang melanda Chile. Foto: Viory

Ratusan Petugas Berupaya Keras Padamkan Kebakaran di Pabrik Kimia Chile

Fajar Nugraha • 6 August 2026 07:33

Santiago: Ratusan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan kebakaran besar di sebuah pabrik kimia di ibu kota Chile pada Selasa 4 Agustus 2026.

Serangkaian ledakan dilaporkan menyebabkan terbentuknya awan beracun yang menyebar ke wilayah utara Quilicura.

Rekaman video memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi di atas pabrik saat petugas pemadam kebakaran dan puluhan mobil pemadam berupaya memadamkan api. Petugas darurat terlihat bergerak di sekitar lokasi kejadian, sementara jalan-jalan di dekatnya ditutup.

"Kami sedang bekerja dan menyusun rencana untuk delapan jam ke depan. Kami berharap bisa menyelesaikannya lebih cepat, namun karena melibatkan bahan kimia, kami bergerak secara bertahap," jelas Kepala Pemadam Kebakaran Quilicura, Carlos Cid, seperti dikutip dari Viory, Kamis 6 Agustus 2026.


Pabrik kimia yang terbakar di Chile. Foto: Viory

Pihak berwenang menyatakan bahwa sekitar 20 pekerja dievakuasi dari pabrik kimia Panimex saat kebakaran hebat itu terjadi; tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka hingga berita ini diturunkan.

Sekitar 300 petugas pemadam kebakaran dan sekitar 40 mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Polisi menyatakan bahwa informasi awal mengindikasikan kebakaran mungkin disebabkan oleh kebocoran amonia, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Ini merupakan insiden darurat besar keempat yang terjadi di fasilitas Panimex sejak tahun 2013.

"Kami sangat menyayangkan situasi seperti ini terus berulang, dan perusahaan tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi pekerja mereka, apalagi masyarakat sekitar,” ujar Bobadilla.

Sementara itu, Delegasi Presiden untuk Wilayah Metropolitan, German Codina, mengimbau warga setempat untuk menutup jendela dan menempatkan kain basah pada celah pintu dan jendela, sementara otoritas setempat juga meliburkan kegiatan belajar-mengajar di Quilicura dan meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah.

(Fajar Nugraha)